Pelayanan medis darurat di Nusa Tenggara Timur (NTT) pascagempa mendapat pasokan daya tambahan. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberangkatkan 48 unit genset khusus untuk memastikan fasilitas kesehatan tingkat pertama tetap beroperasi di tengah keterbatasan sarana.
Bantuan tersebut difokuskan bagi puskesmas yang terpaksa memindahkan tindakan medis ke tenda-tenda darurat di luar gedung karena pertimbangan keamanan dan trauma struktur bangunan. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan puluhan unit pembangkit listrik portabel itu dijadwalkan tiba di lokasi bencana pada Kamis (27/8).
Pengadaan genset ini merupakan hasil koordinasi antara Menteri ESDM dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Untuk mempercepat mobilisasi, pengiriman difasilitasi oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui penyediaan pesawat angkut menuju wilayah terdampak.
Sosok Syamsir Siregar, Eks Kepala BIN Telah Meninggal Dunia

Pasokan Listrik Hening untuk Pasien Tenda Darurat
Pemerintah secara spesifik memilih genset tipe silent agar suara mesin tidak memicu kepanikan atau mengganggu kenyamanan warga yang sedang dirawat di ruang terbuka. Seluruh unit akan didistribusikan ke tujuh kabupaten terdampak gempa.
Langkah pemulihan fasilitas publik ini sejalan dengan target penyelesaian penanganan bencana dalam dua pekan ke depan. Kepala BNPB Letjen Suharyanto memastikan dana bantuan operasional sebesar Rp20 miliar untuk masing-masing kabupaten telah diterima oleh pemerintah daerah setempat, dengan fokus penyaluran logistik kini diarahkan ke titik-titik pengungsian mandiri di pelosok.
Temui Korban Gempa NTT, Prabowo Belasungkawa bagi yang Kehilangan Keluarga

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah meninjau langsung posko pengungsian di Nagekeo untuk memastikan kesiapan distribusi bantuan, percepatan perbaikan rumah warga, serta menyetujui usulan penguatan rantai pasok logistik kebencanaan di tingkat daerah.






