Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri mencatat sebanyak 3.055 dokumen kependudukan milik warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur berhasil diterbitkan ulang hingga Selasa (25/8) pukul 22.30 WITA. Layanan jemput bola ini digencarkan guna memastikan para pengungsi tetap memegang identitas resmi di tengah situasi darurat.
Langkah cepat tersebut merespons dampak gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Pulau Flores dengan pusat gempa di Kabupaten Nagekeo pada 15 Agustus 2026. Bencana ini menelan lebih dari 100 korban jiwa, mengakibatkan 1.603 orang luka-luka, dan memaksa lebih dari 180 ribu warga mengungsi ke berbagai posko penampungan.
Pelayanan Serentak di Tujuh Kabupaten
Ditjen Dukcapil Kemendagri membentuk Tim Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi NTT yang beroperasi sejak 24 hingga 27 Agustus 2026. Tim disebar serentak ke tujuh wilayah terdampak, mencakup Kabupaten Manggarai Timur, Nagekeo, Manggarai, Ende, Ngada, Sikka, dan Manggarai Barat. Warga korban gempa dapat mengurus dokumen secara gratis langsung di posko maupun tenda pelayanan tanpa pendaftaran awal.
Prabowo Cek Posko Pengungsi Korban Gempa NTT

Direktur Jenderal Dukcapil Teguh Setyabudi menegaskan bahwa pemulihan dokumen administrasi kependudukan (adminduk) menjadi prioritas krusial penanganan pascabencana. Berkas seperti KTP elektronik dan Kartu Keluarga yang hilang atau tertimbun reruntuhan merupakan syarat utama warga untuk mencairkan bantuan logistik, mengakses fasilitas kesehatan, hingga mendaftarkan program rehabilitasi hunian.
Penanganan Infrastruktur yang Rusak
Operasional layanan di lapangan sempat menghadapi kendala fisik yang berat. Di sejumlah kabupaten, ruang server kantor Dinas Dukcapil ambruk, peralatan komputer dan mesin perekam KTP-el rusak parah, serta pasokan listrik dan internet terputus total. Untuk mengatasi keterbatasan ini, petugas dibekali unit pencetakan portabel, pasokan blangko baru, serta jaringan internet berbasis satelit.
Sapa Korban Gempa NTT, Prabowo Tegaskan Bakal Lanjutkan MBG

Di Kabupaten Manggarai Barat, Sekretaris Ditjen Dukcapil Hani Syopiar Rustam memimpin langsung tim pelayanan sekaligus menyerahkan bantuan hibah peralatan dan logistik blangko KTP-el kepada dinas setempat. Bersamaan dengan itu, tim pendaftaran Perlinsos yang dipimpin Kasubdit Keamanan Informasi Adminduk Direktorat IDKN Mensuseno mendata warga di Desa Robo, Kecamatan Welak. Hingga kini, lebih dari 100 kepala keluarga di desa tersebut berhasil terdaftar dalam sistem Perlinsos Digital.






