Pengabdian di dunia pendidikan kerap menuntut pengorbanan personal. Hal tersebut tecermin dalam keputusan Sulaiman Sulang (42), yang akrab disapa Sule, ketika memilih menjadi wali asuh di Sekolah Rakyat, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Langkah ini diambil setelah ia mengabdi selama 15 tahun sebagai staf tata usaha di salah satu sekolah menengah kejuruan negeri.
Sekolah tempat Sulaiman mengabdi menampung siswa-siswi dari latar belakang ekonomi paling rentan. Berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), para peserta didik di Sekolah Rakyat berasal dari keluarga kategori Desil 1 dan 2. Menghadapi anak-anak dari kelompok masyarakat paling tidak mampu tersebut memberi kehangatan tersendiri bagi Sulaiman, yang menemukan arti pendampingan yang jauh berbeda dibandingkan rutinitas administratifnya di masa lalu.
Empati Sulaiman terhadap para siswa berakar dari pengalaman hidupnya sendiri. Lahir dan dibesarkan oleh keluarga petani sederhana di Flores, Nusa Tenggara Timur, Sulaiman harus berjuang keras saat merantau ke Malang demi mengenyam pendidikan tinggi. Selama menempuh kuliah, ia tinggal bersama bibinya dan bekerja membantu seorang dosen selama hampir empat tahun鈥攎ulai dari mencuci piring, menyiram tanaman, hingga menyapu halaman鈥攕emata-mata agar bisa mendapatkan makan sehari-hari.
Kebakaran Desa Adat Sade Hanguskan Rumah hingga Tempat Usaha, PNM Salurkan Bantuan untuk Warga

Perjalanan hidup yang penuh keterbatasan itu tidak menghalangi pencapaian akademis dan sosial Sulaiman di kemudian hari. Di luar tugasnya sebagai pendamping anak, ia tercatat sebagai penulis produktif yang telah menerbitkan 44 judul buku ber-ISBN. Atas dedikasi literasinya, pada tahun 2025 Sulaiman menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Timur sebagai penulis dengan jumlah karya terbanyak di provinsi tersebut.
Selain dunia literasi, Sulaiman juga aktif dalam bidang konservasi lingkungan hidup melalui berbagai inovasi pengolahan limbah dan sampah. Aktivitas di bidang lingkungan ini membawanya mengikuti berbagai pelatihan hingga diundang oleh sejumlah organisasi nonpemerintah (NGO) untuk berbagi pengalaman di berbagai daerah di Indonesia maupun di Malaysia.
1.221 Sekolah Terdampak Gempa NTT, Pemulihan Mulai Dikebut

Kendati memiliki jejak pencapaian di bidang kepenulisan dan lingkungan, Sulaiman tetap memilih mendedikasikan kesehariannya mendampingi anak-anak di Sekolah Rakyat. Pengalaman melewati masa-masa sulit menjadikannya figur pembimbing yang memahami betul tantangan yang dihadapi generasi muda dari keluarga prasejahtera.






