Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyiapkan skema bantuan untuk memulihkan para pelaku usaha yang terdampak insiden kebakaran di Desa Adat Sade, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyatakan pihaknya tengah berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Pariwisata guna mendata dan memetakan seluruh pelaku usaha yang mengalami kerugian. Langkah pendataan ini dilakukan untuk merancang program pemulihan yang sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.
12 Bank di RI Tutup dalam 8 Bulan!

Berdasarkan data sementara yang dihimpun pemerintah, sekitar 80 kepala keluarga (KK) pelaku usaha menjadi korban terdampak musibah kebakaran tersebut. Keterangan itu disampaikan Maman saat berada di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Senin (31/8/2026).
Untuk menjaga kelangsungan usaha para korban, pemerintah menyiapkan opsi bantuan pembiayaan yang disesuaikan dengan profil permodalan masing-masing UMKM. Pelaku usaha yang tercatat memiliki pinjaman di perbankan akan difasilitasi melalui restrukturisasi kredit dan masa tenggang (grace period). Sementara itu, pelaku usaha yang tidak memiliki pinjaman bank diarahkan untuk memperoleh bantuan modal usaha langsung.
Perkuat Kolaborasi, Bank bjb dan YKEP Perluas Akses Produk Perbankan

Maman menegaskan bahwa realisasi intervensi ini akan diselaraskan dengan pemerintah provinsi dan kabupaten setempat untuk memastikan ketepatan pembagian kewenangan. Selain di Desa Sade, pemerintah saat ini juga masih merampungkan proses pendataan UMKM yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) agar bentuk bantuan yang disalurkan proporsional dengan skala dampak yang dialami.






