Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Siti Hediati Soeharto menyambut kedatangan 21 tokoh dunia yang terdiri dari peraih penghargaan Nobel, pemenang Turing Award, ilmuwan, dan akademisi di Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC), Lampung. Rombongan kehormatan tersebut berkunjung pada 27 hingga 28 Agustus 2026.
Kehadiran para tokoh global di kawasan konservasi tersebut menjadi ajang pengenalan langsung atas upaya pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati Indonesia. Delegasi yang hadir mencakup Presiden Timor Leste sekaligus peraih Nobel Perdamaian 1996 Jos茅 Ramos-Horta, Frances H. Arnold, Tim Hunt, Benjamin List, Robert C. Merton, Konstantin Novoselov, Frederick Jay Ramsdell, James A. Robinson, Brian Paul Schmidt, David Beasley, Jack Joseph Dongarra, Martin Edward Hellman, Whitfield Diffie, Richard S. Sutton, Torsten Hoefler, Sara Seager, Howard Yana Shapiro, Kailash Satyarthi, Leander Heldring, Peter Badge, serta Gilles Brassard.
Kawasan TWNC sendiri membentang seluas 48.153 hektare daratan hutan dan 14.089 hektare kawasan perairan laut. Ekosistem yang ada di dalamnya mencakup hutan hujan tropis dataran rendah, hutan pantai, kawasan mangrove, danau, rawa air tawar, hingga hutan sekunder. Di kawasan ini pula beroperasi Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatra yang berfokus menangani dan memulihkan kondisi harimau korban konflik habitat sebelum dikembalikan ke alam bebas.
BMKG, Banyak Sensor Gempa Hilang, Ganggu Kualitas Data

Pengelolaan TWNC telah dijalankan oleh Artha Graha Peduli (AGP) sejak 1996, sebelum kemudian resmi terintegrasi dalam program lingkungan AGP melalui kerja sama dengan Kementerian Kehutanan pada 2008. Operasional pelestarian di wilayah ini berpegang pada pesan dari pendiri TWNC, yakni "Kita jaga alam, alam jaga kita".
Presiden Timor Leste Jos茅 Ramos-Horta memberikan apresiasi atas kepemimpinan Tomy Winata yang telah mengawal pengelolaan kawasan Tambling selama tiga dekade. "Satu hal yang bisa dipelajari adalah kepemimpinan. Ini adalah kepemimpinan Tomy Winata. Senang sekali bahwa pemerintah dan masyarakat memberikan tanggung jawab untuk mengurus kawasan ini selama 30 tahun," kata Ramos-Horta.
LRT Jabodebek Layani 21,8 Juta Pengguna hingga Agustus 2026

Kesan serupa diutarakan perwakilan Nobel, Laura Anne, yang menyoroti keaslian ekosistem Tambling. Ia menegaskan bahwa Tambling bukanlah kebun binatang atau sekadar taman buatan, melainkan sebuah bentang alam murni tempat satwa, burung, ikan, dan keseluruhan ekosistem tetap terjaga dalam keseimbangan alami.






