Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBeritaPopuler
Beranda/Nasional

Tragedi Penembakan Sekolah di Thailand, Kronologi Siswa 14 Tahun Menyerang Guru dan Keluarga

Marthen PalutunganDiterbitkan 9 Agu 2026 - 01.08 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Tragedi Penembakan Sekolah di Thailand, Kronologi Siswa 14 Tahun Menyerang Guru dan Keluarga
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Bagaimana mungkin seorang remaja berusia 14 tahun, yang dikenal berkelakuan baik dan berprestasi di sekolahnya, tega merencanakan penyerangan terhadap guru serta kakek-neneknya sendiri? Tragedi berdarah yang mengguncang Sekolah Debsirin Nonthaburi di pinggiran kota Bangkok, Thailand, pada Jumat, 7 Agustus 2026, memicu kembali diskusi mendalam mengenai tekanan belajar pelajar serta regulasi kepemilikan senjata api di wilayah Asia Tenggara. Peristiwa ini menyisakan duka mendalam sekaligus tanda tanya besar mengenai apa yang sebenarnya terjadi di balik dinding sekolah tersebut.

Kepanikan luar biasa mulai melanda lingkungan Sekolah Debsirin Nonthaburi sesaat setelah pukul 10.00 waktu setempat. Awalnya, kegiatan belajar mengajar berjalan seperti biasa, namun situasi berubah mencekam ketika suara letusan senjata api mulai terdengar. Pawarisa Maylissa, seorang siswi berusia 17 tahun, menuturkan bahwa ia mendengar beberapa kali suara tembakan yang berasal dari lantai tepat di atas ruang kelasnya. Selama kurang lebih satu jam, pelaku menyerang lingkungan sekolah dengan menggunakan pistol kaliber 9 mm yang belakangan diketahui terdaftar atas nama kakeknya sendiri.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBerita

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Ketika penyerangan berakhir, dampak dari insiden tersebut terbukti sangat fatal. Aksi penembakan ini menewaskan sedikitnya tujuh orang dan melukai lebih dari 30 orang. Lima dari korban tewas merupakan guru yang mengajar di sekolah tersebut, termasuk seorang guru bahasa Thailand yang juga merupakan alumnus dari Sekolah Debsirin Nonthaburi. Setelah melakukan aksi penembakan, pelaku mengakhiri hidupnya dengan menembak dirinya sendiri. Petugas medis yang tiba di lokasi masih menemukan denyut nadi dan melakukan tindakan CPR sebelum membawanya ke rumah sakit, namun remaja tersebut dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan. Polisi juga menemukan fakta bahwa pelaku masih memiliki lebih dari 30 butir peluru saat memutuskan bunuh diri.

Baca Juga

Kecerdasan Buatan Picu PHK, Standard Chartered Pangkas Lebih dari 7.000 Karyawan

Kecerdasan Buatan Picu PHK, Standard Chartered Pangkas Lebih dari 7.000 Karyawan

Penyelidikan kepolisian segera mengungkap fakta lain di luar lingkungan sekolah. Ketika petugas mendatangi rumah pelaku untuk melakukan penggeledahan, mereka menemukan jasad kedua kakek dan nenek remaja tersebut. Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, menyatakan bahwa serangan ini telah dipersiapkan dengan matang. Menurut hasil penyelidikan awal, sang PM menyebut bahwa pelaku sudah menyiapkan langkah-langkah yang jelas serta sasaran yang jelas.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih terus menyelidiki motif di balik tindakan ekstrem remaja tersebut, meskipun beberapa indikasi awal mulai bermunculan. Berdasarkan keterangan dari salah satu teman dekatnya, polisi menduga bahwa pelaku mengalami tekanan akibat pelajaran di sekolah. Dugaan stres belajar ini cukup mengejutkan karena salah satu guru menggambarkan pelaku sebagai anak yang baik, memiliki prestasi akademik yang bagus, dan tidak dikenal sebagai pribadi yang agresif. Di sisi lain, Wakil Menteri Dalam Negeri Thailand, Polpheer Suwannachee, mengungkapkan bahwa bukti yang ditemukan di rumah menunjukkan bahwa remaja tersebut merupakan penggemar berat video game.

Baca Juga

Prakiraan Cuaca Indonesia 9 Agustus 2026, Dinamika Atmosfer dan Potensi Hujan

Prakiraan Cuaca Indonesia 9 Agustus 2026, Dinamika Atmosfer dan Potensi Hujan

Tragedi ini menambah panjang daftar kekerasan bersenjata yang melibatkan institusi pendidikan di Thailand, negara dengan salah satu tingkat kepemilikan senjata api tertinggi di Asia Tenggara. Peristiwa pada Agustus 2026 ini tercatat sebagai kasus penembakan sekolah kedua di Thailand sepanjang tahun tersebut, menyusul insiden pada Februari 2026 ketika seorang pria bersenjata berusia 18 tahun menembak kepala sekolah dan seorang siswi dalam aksi penyanderaan di Thailand selatan. Sebelum kejadian ini, masyarakat Thailand juga sempat diguncang oleh tragedi di Nong Bua Lamphu pada Oktober 2022, ketika seorang pria berusia 34 tahun menewaskan 37 orang, yang sebagian besar korbannya adalah anak-anak prasekolah.

Menanggapi situasi yang kian mengkhawatirkan ini, desakan untuk melakukan perubahan regulasi mulai disuarakan oleh berbagai kalangan. Pemimpin oposisi, Natthaphong Ruengpanyawut, mendesak pemerintah Thailand untuk melakukan reformasi serius serta meninjau ulang kebijakan pengendalian senjata api secara sistematis. Publik kini menanti langkah konkret dari pemerintah terkait regulasi kepemilikan senjata api, sekaligus berharap adanya perhatian lebih terhadap tekanan psikologis yang dihadapi oleh para pelajar.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

ThailandPenembakan SekolahKekerasan SenjataKesehatan Mental Remaja

Berita Terbaru Lainnya

Bank Jatim dan ASBANDA Bedah Strategi Sinergi KUB BPD yang Saling MenguntungkanKecerdasan Buatan Picu PHK, Standard Chartered Pangkas Lebih dari 7.000 KaryawanRuben Amorim Kagum atas Dukungan Milanisti Indonesia Usai Laga Kontra Chelsea di GBKPrakiraan Cuaca Indonesia 9 Agustus 2026, Dinamika Atmosfer dan Potensi HujanGoogle Kembangkan Teknologi Kecerdasan Buatan untuk Percepat Prediksi Bencana AlamWayan Koster Bantah Tudingan Hambat Program Makan Bergizi Gratis di BaliTNI-Polri Usut Penembakan Warga oleh KKB di Festival Budaya Lembah BaliemKarhutla di Bangka Tengah Capai 118 Hektare, Kawasan Jalan Koba-Kurau Paling Rawan

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  3. 3Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  4. 4Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026
  5. 5Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026