Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBeritaPopuler
Beranda/Nasional

Tren Kamp Kecerdasan Finansial Anak di China, Orang Tua Rela Bayar Puluhan Juta Rupiah

Uria KilaDiterbitkan 9 Agu 2026 - 08.00 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Tren Kamp Kecerdasan Finansial Anak di China, Orang Tua Rela Bayar Puluhan Juta Rupiah
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Tren mendidik anak agar melek finansial sejak usia dini kini tengah mewabah di kalangan orang tua di China. Demi melahirkan generasi penerus yang memiliki kemampuan investasi layaknya miliarder Warren Buffett, banyak orang tua yang rela merogoh kocek dalam-dalam untuk mendaftarkan anak mereka ke kamp kecerdasan finansial atau Financial Intelligence (FQ).

Fenomena ini terlihat dari antrean pemesanan tempat pelatihan yang kerap kali sudah terisi penuh hingga beberapa bulan sebelum kelas dimulai. Biaya yang harus dipersiapkan pun tidak murah. Untuk satu anak, tarif pendaftaran program pelatihan FQ ini dibanderol mulai dari US$1.900 atau berkisar Rp34 juta. Program pelatihan intensif ini umumnya berlangsung dalam durasi yang relatif singkat, yaitu antara 7 hingga 10 hari.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBerita

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Di dalam ruang-ruang kelas pelatihan tersebut, atmosfer motivasi dibangun dengan sangat kuat. Slogan-slogan seperti "Kemiskinan bukanlah status, melainkan pola pikir" menjadi kalimat yang kerap digaungkan kepada para peserta anak-anak. Melalui metode ini, anak-anak diajarkan untuk mengubah cara pandang mereka terhadap uang dan kekayaan sejak dini. Secara umum, kelas-kelas ini mengajarkan dasar-dasar literasi keuangan, pengelolaan harta, hingga simulasi bisnis terapan yang disesuaikan dengan usia peserta.

Baca Juga

Pencuri Motor di Jakarta Barat Sempat Berniat Kembalikan Kendaraan Usai Wajahnya Viral

Pencuri Motor di Jakarta Barat Sempat Berniat Kembalikan Kendaraan Usai Wajahnya Viral

Sebagai contoh, Daxiang Teenage FQ Summer Camp menawarkan kurikulum yang mensimulasikan dinamika pasar keuangan secara langsung. Di kamp ini, para instruktur memandu anak-anak dalam melakukan simulasi pasar saham, pertemuan investor, serta skenario perdagangan. Di setiap akhir hari, para peserta dibimbing secara khusus untuk mengevaluasi keuntungan dan kerugian dari aktivitas perdagangan yang telah mereka lakukan.

Selain Daxiang, lembaga lain seperti FQ Little General menyelenggarakan aktivitas yang lebih berorientasi pada praktik lapangan. Di sini, para peserta diajak untuk mengidentifikasi peluang bisnis potensial di sekitar mereka. Mereka juga diminta untuk menjual barang-barang kecil di kios jalanan, menyusun rencana bisnis tertulis, hingga menyiapkan laporan keuangan mandiri. Bagi orang tua yang menginginkan materi yang lebih spesifik, beberapa penyelenggara kamp menawarkan program lanjutan dengan harga yang lebih tinggi. Program premium ini berfokus pada pengembangan keterampilan kepemimpinan atau kewirausahaan di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).

Kendati demikian, kehadiran kamp FQ ini memicu beragam tanggapan dari para orang tua di China. May, seorang ibu asal Provinsi Zhejiang, menceritakan perubahan positif pada putrinya setelah mengikuti pelatihan tersebut. Menurut pengakuannya, sang anak yang sebelumnya malas kini menjadi jauh lebih fokus belajar karena memiliki target yang jelas untuk menghasilkan uang secara mandiri di masa depan.

Baca Juga

Remaja 15 Tahun di Mamuju Diperkosa 15 Pria, Dua Pelaku Ternyata Paman Korban

Remaja 15 Tahun di Mamuju Diperkosa 15 Pria, Dua Pelaku Ternyata Paman Korban

Namun, dampak dari pelatihan ini tidak selalu berjalan mulus bagi hubungan keluarga. Sebagian orang tua melaporkan adanya perubahan perilaku anak yang menjadi terlalu berorientasi pada uang setelah kembali dari kamp. Beberapa peserta dilaporkan mulai meminta imbalan finansial kepada orang tua mereka setiap kali mereka menyelesaikan tugas sekolah atau melakukan pekerjaan rumah tangga yang biasa dilakukan sehari-hari.

Kritik tajam juga datang dari seorang ibu di Henan. Ia menilai bahwa kamp kecerdasan finansial semacam ini justru menanamkan ilusi kesuksesan yang instan kepada anak-anak. Ia mengingatkan bahwa kurikulum kamp tersebut mengabaikan fakta keras di dunia nyata, di mana mayoritas bisnis rintisan atau startup pada akhirnya mengalami kegagalan. Kesenjangan antara simulasi kelas yang selalu sukses dan realitas bisnis yang penuh risiko dinilai bisa memberikan pemahaman yang keliru bagi anak-anak.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Chinapendidikan anakLiterasi Keuangan

Berita Terbaru Lainnya

Pencuri Motor di Jakarta Barat Sempat Berniat Kembalikan Kendaraan Usai Wajahnya ViralRemaja 15 Tahun di Mamuju Diperkosa 15 Pria, Dua Pelaku Ternyata Paman KorbanEkspansi Kendaraan Listrik Niaga di Sektor Pertambangan, Peluang dan Tantangan InfrastrukturTransmart Gelar Full Day Sale, Tawarkan Diskon Elektronik hingga 50 Persen Plus 20 PersenTopan Dolphin Menerjang Jepang dengan Angin 198 Km per Jam, Ratusan Ribu Warga DievakuasiPenembakan di Festival Budaya Lembah Baliem, Polisi Sarankan Acara DihentikanMimpi Anak Petani, Ismi Ulfaida Jadi Paskibraka Pertama dari Sekolah RakyatTNI-Polri Selidiki Penembakan Warga di Sekitar Lokasi Festival Budaya Lembah Baliem 2026

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  3. 3Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  4. 4Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026
  5. 5Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026