Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBeritaPopuler
Beranda/Nasional

Tutup Defisit Belanja, India Agresif Jual Saham BUMN ke Publik

Marthen PalutunganDiterbitkan 9 Agu 2026 - 14.00 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Tutup Defisit Belanja, India Agresif Jual Saham BUMN ke Publik
Foto/Ilustrasi: finance.detik.com.
A-A+

Pemerintah India mengambil langkah agresif untuk mengatasi defisit fiskal yang terus membayangi kas negara selama beberapa tahun terakhir. Negara yang saat ini menyandang predikat sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di antara kelompok negara-negara ekonomi besar tersebut terpaksa melepas sebagian kepemilikan saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kepada publik demi mendapatkan dana segar. Langkah ini diambil di tengah kekhawatiran bahwa laju pertumbuhan ekonomi India berpotensi terhambat oleh tekanan inflasi yang tinggi serta kendala fiskal yang masih membayangi anggaran negara.

Sejak awal tahun ini, pemerintah India tercatat telah melepas kepemilikan saham di 10 perusahaan milik negara. Divestasi massal ini tetap dijalankan secara konsisten meskipun kondisi pasar saham domestik saat ini sedang mengalami kelesuan. Beberapa BUMN besar yang sahamnya telah dilepas ke publik di antaranya adalah perusahaan galangan kapal Cochin Shipyard, lembaga pembiayaan kereta api Indian Railways Finance Corp, perusahaan energi hidro NHPC, hingga raksasa produsen batu bara Coal India.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBerita

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Salah satu transaksi divestasi terbesar yang berhasil diselesaikan oleh pemerintah adalah penjualan 6,5 persen saham di perusahaan asuransi jiwa terkemuka negara tersebut, Life Insurance Corporation of India. Agar menarik minat para investor di tengah situasi pasar yang kurang bergairah, pemerintah India menawarkan saham perusahaan asuransi ini dengan potongan harga atau diskon sebesar 10 persen. Strategi tersebut terbukti berhasil mendatangkan dana segar sebesar US$ 3,3 miliar atau setara dengan Rp 59,06 triliun.

Baca Juga

Badan Gizi Nasional Perbaiki Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis

Badan Gizi Nasional Perbaiki Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis

Secara keseluruhan, gelombang penjualan saham BUMN ini telah mencatatkan hasil yang signifikan bagi kas negara. Berdasarkan data dari penyedia intelijen pasar India, Prime Database, total dana yang berhasil dikumpulkan dari aksi korporasi massal ini telah melampaui US$ 6,5 miliar atau sekitar Rp 116,33 triliun. Jumlah perolehan ini tercatat sebagai salah satu pengumpulan dana divestasi tertinggi yang berhasil dihimpun oleh pemerintah India dalam kurun waktu lebih dari 10 tahun terakhir.

Pencapaian tersebut membuat India kini telah memenuhi lebih dari 65 persen dari target divestasi tahunannya. Pemerintah India sebelumnya menetapkan target penggalangan dana tahunan sebesar 800 miliar rupee atau setara dengan US$ 8,4 miliar (sekitar Rp 150,33 triliun) melalui skema penjualan saham berbagai BUMN. Realisasi yang cukup cepat ini menandai perubahan arah kebijakan yang cukup drastis dibandingkan dengan periode-periode anggaran sebelumnya.

Baca Juga

Sambut Hari Kemerdekaan, Transmart Gelar Full Day Sale dengan Diskon hingga 50 Persen

Sambut Hari Kemerdekaan, Transmart Gelar Full Day Sale dengan Diskon hingga 50 Persen

Pada tahun-tahun sebelumnya, India kerap kali tidak memenuhi target divestasi saham perusahaan-perusahaan milik negara karena pemerintah selalu berada dalam situasi fiskal yang dinilai nyaman. Namun, kondisi saat ini telah berubah secara signifikan. Pemerintah India kini dihadapkan pada risiko nyata berupa penurunan pendapatan negara yang disertai dengan potensi peningkatan pengeluaran akibat beban subsidi yang semakin membengkak.

Melihat situasi tersebut, Kepala Riset Ekonomi India di Standard Chartered Bank, Anubhuti Sahay, menilai langkah taktis yang diambil pemerintah sudah tepat. Sahay menyatakan bahwa memanfaatkan hasil divestasi adalah strategi yang sangat bagus untuk menjaga keseimbangan anggaran. Melalui dana segar hasil penjualan saham BUMN ini, India berupaya meminimalkan dampak defisit belanja tanpa harus mengorbankan proyek-proyek pembangunan penting di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Pasar Saham

Berita Terbaru Lainnya

Badan Gizi Nasional Perbaiki Tata Kelola Program Makan Bergizi GratisSambut Hari Kemerdekaan, Transmart Gelar Full Day Sale dengan Diskon hingga 50 PersenTransmart Gelar Full Day Sale Hari Minggu, Tawarkan Diskon Peralatan ElektronikJadwal dan Siaran Langsung Chelsea vs AC Milan di Indonesia Super Cup 2026Indonesia Terjunkan Dua Tim Putri U16 di Srikandi Merdeka Cup 2026 KudusSprint Race MotoGP Inggris 2026 Berlangsung 10 Putaran, Jadwal Streaming dan Siaran Trans7Rencana Presiden AS Donald Trump Memecat Gubernur The Fed Lisa CookTransmart Full Day Sale Obral Tempat Makan dan Minum Hari Ini, Harga Mulai Rp12.000

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  3. 3Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  4. 4Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026
  5. 5Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026