Pemerintah India mengambil langkah agresif untuk mengatasi defisit fiskal yang terus membayangi kas negara selama beberapa tahun terakhir. Negara yang saat ini menyandang predikat sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di antara kelompok negara-negara ekonomi besar tersebut terpaksa melepas sebagian kepemilikan saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kepada publik demi mendapatkan dana segar. Langkah ini diambil di tengah kekhawatiran bahwa laju pertumbuhan ekonomi India berpotensi terhambat oleh tekanan inflasi yang tinggi serta kendala fiskal yang masih membayangi anggaran negara.
Sejak awal tahun ini, pemerintah India tercatat telah melepas kepemilikan saham di 10 perusahaan milik negara. Divestasi massal ini tetap dijalankan secara konsisten meskipun kondisi pasar saham domestik saat ini sedang mengalami kelesuan. Beberapa BUMN besar yang sahamnya telah dilepas ke publik di antaranya adalah perusahaan galangan kapal Cochin Shipyard, lembaga pembiayaan kereta api Indian Railways Finance Corp, perusahaan energi hidro NHPC, hingga raksasa produsen batu bara Coal India.








