Kebakaran melanda sebuah pondok pesantren di kawasan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, pada Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan sedikitnya 56 santri terdampak dan harus mendapatkan perawatan medis akibat gangguan pernapasan serta luka bakar.
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengungkapkan bahwa mayoritas korban mengalami sesak napas karena menghirup asap tebal dari material kasur busa yang hangus. Sejumlah santri juga dilaporkan sempat berupaya memadamkan api secara mandiri saat kobaran mulai membesar di lingkungan pondok pesantren kawasan Gunung Batu tersebut.
Gunung Sinabung Berstatus Siaga Level III, Warga Diimbau Waspada

Selain gangguan pernapasan, lima orang santri dilaporkan menderita luka bakar di bagian jari tangan saat berusaha menjinakkan api. Seluruh santri terdampak langsung dievakuasi ke sejumlah puskesmas dan rumah sakit di Kota Bogor untuk penanganan darurat.
Dari total 56 santri yang terdampak, sebanyak 31 orang di antaranya menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit PMI Bogor. Saat mengunjungi para korban di RS PMI pada Sabtu malam, Dedie memastikan Pemerintah Kota Bogor siap membiayai pengobatan santri yang tidak ditanggung oleh jaminan kesehatan.
Imbas Erupsi Anak Krakatau, 12 Penerbangan di Bandara Juanda Batal

Pihak Pemkot Bogor menegaskan bahwa biaya perawatan santri yang tidak tercover BPJS akan sepenuhnya ditanggung pemerintah daerah. Sementara itu, berdasarkan penuturan pihak Dinas Damkar Kota Bogor, insiden kebakaran tersebut diduga bermula dari seorang santri yang bermain api di lingkungan pesantren hingga membakar material spons di dalam ruangan.






