Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaTeknologiPendidikanBusinessNationalBantuan SosialPopuler
Beranda/National

3 Juta Orang Terpapar Asap Kebakaran Hutan, Ini Risiko bagi Kesehatan

Ding Anyi ApuiDiterbitkan 24 Agu 2026 - 06.56 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
3 Juta Orang Terpapar Asap Kebakaran Hutan, Ini Risiko bagi Kesehatan
Foto/Ilustrasi: liputan6.com.
A-A+

Apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh saat udara di sekitar dipenuhi kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan? Paparan asap pembakaran bukan sekadar menimbulkan aroma menyengat yang mengganggu, melainkan ancaman langsung terhadap fungsi pernapasan.

Kementerian Kesehatan mencatat sedikitnya 3 juta orang di 37 kabupaten dan kota di Indonesia terpapar langsung oleh kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) per Jumat (21/8/2026). Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin turut mengingatkan besarnya jumlah warga yang terdampak kondisi ini. Mengetahui ancaman di balik kabut asap serta memahami langkah mitigasinya menjadi hal krusial untuk melindungi diri dan keluarga.

Bahaya Partikel Halus PM2,5 dalam Asap Karhutla

Kandungan paling berbahaya dari asap kebakaran hutan adalah partikel mikro yang dikenal sebagai PM2,5. Partikel udara hasil pembakaran ini berukuran kurang dari 2,5 mikrometer, jauh lebih kecil dari diameter sehelai rambut manusia.

Karena ukurannya yang teramat renik, PM2,5 tidak tersaring sempurna oleh bulu hidung. Partikel ini mampu terhirup hingga menembus rongga terdalam paru-paru. Masuknya partikel asing ke saluran napas bawah inilah yang menjadi pemicu utama timbulnya berbagai gangguan pernapasan serta peradangan jaringan tubuh.

Baca Juga

Mayoritas Karhutla Sengaja Dipicu demi Buka Lahan Sawit, Polri Tetapkan 72 Tersangka

Mayoritas Karhutla Sengaja Dipicu demi Buka Lahan Sawit, Polri Tetapkan 72 Tersangka

Ragam Dampak Kesehatan yang Mengintai

Paparan kabut asap karhutla memicu berbagai keluhan medis, baik yang bersifat mendadak maupun yang memperburuk kondisi kronis yang sudah ada sebelumnya:

  • Iritasi saluran pernapasan dan mata: Gejala awal yang kerap dirasakan meliputi tenggorokan gatal, batuk, rasa tidak nyaman saat bernapas, serta mata perih berair.
  • Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA): Penurunan daya tahan saluran napas akibat paparan zat polutan mempermudah terjadinya infeksi akut.
  • Sesak napas: Partikel halus yang masuk dapat menyempitkan saluran napas dan menimbulkan kesulitan bernapas.
  • Penyakit paru kronis memburuk: Pasien dengan riwayat gangguan paru sebelumnya berisiko tinggi mengalami kekambuhan gejala parah.

Kelompok yang Paling Rentan Mengalami Komplikasi

Dampak buruk polusi asap tidak dialami dengan tingkat keparahan yang sama oleh setiap orang. Ada beberapa kelompok yang memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap gangguan kesehatan akibat asap karhutla:

  • Bayi dan anak-anak
  • Ibu hamil
  • Warga lanjut usia (lansia)
  • Orang dengan riwayat asma
  • Penderita penyakit paru kronis

Bagi kelompok rentan, paparan partikel PM2,5 dalam waktu singkat sekalipun dapat memicu komplikasi medis serius yang membutuhkan intervensi segera.

Baca Juga

BMKG Deteksi 1.923 Titik Panas di Papua Tengah, Nabire 1.069 Hotspot, Langkah Mitigasi dan Kewaspadaan Warga

BMKG Deteksi 1.923 Titik Panas di Papua Tengah, Nabire 1.069 Hotspot, Langkah Mitigasi dan Kewaspadaan Warga

Langkah Antisipasi dan Pencegahan Mandiri

Untuk meminimalkan dampak buruk dari kabut asap karhutla, masyarakat diimbau mengambil tindakan perlindungan diri secara proaktif:

  1. Gunakan masker pelindung: Gunakan masker yang memadai saat harus keluar ruangan guna menyaring partikel berbahaya agar tidak masuk ke saluran pernapasan.
  2. Pantau indeks kualitas udara: Cek data kualitas udara secara berkala melalui aplikasi resmi sebelum memutuskan untuk beraktivitas di luar rumah.
  3. Batasi aktivitas luar ruang: Kurangi kegiatan di luar ruangan jika tingkat polusi udara menunjukkan kategori tidak sehat atau berbahaya.

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Fasilitas Medis?

Jika terpapar kabut asap dan mulai merasakan gangguan kesehatan yang tidak kunjung membaik, jangan menunda untuk mencari bantuan tenaga kesehatan.

Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk segera mendatangi puskesmas atau rumah sakit terdekat apabila mengalami gejala lanjutan, seperti batuk yang menetap, sesak napas berat, rasa nyeri pada dada, atau iritasi mata parah. Penanganan medis sejak dini sangat penting agar gangguan pernapasan tidak berkembang menjadi komplikasi fatal.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kabut AsapISPA

Berita Terbaru Lainnya

BPS Jelaskan Arti Desil DTSEN, Bukan Ukuran Tunggal Kondisi Ekonomi KeluargaKisah Teuku Markam, Penyumbang 28 Kg Emas Monas yang Berakhir di PenjaraRajin Bolak-Balik ke Gunung Kawi, 2 Pengusaha RI Ini Jadi KonglomeratIntip Transaksi Saham Milik Trump, Lepas Meta, Beli Visa & MastercardMayoritas Karhutla Sengaja Dipicu demi Buka Lahan Sawit, Polri Tetapkan 72 TersangkaLive Streaming Indonesia vs Thailand Srikandi Merdeka Cup 2026, Jadwal Final dan Akses SiaranProjo Gelar HUT ke-12 di Jakarta, Budi Arie Tegaskan Dukung PrabowoBMKG Deteksi 1.923 Titik Panas di Papua Tengah, Nabire 1.069 Hotspot, Langkah Mitigasi dan Kewaspadaan Warga

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  3. 3Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaTeknologiPendidikanBusinessNationalBantuan Sosial

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap