Bareskrim Polri mengungkapkan bahwa mayoritas titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia murni sengaja dipicu demi menghemat biaya operasional pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit baru. Dari serangkaian penindakan, kepolisian telah menerbitkan 89 Laporan Polisi (LP) dan menetapkan 72 orang sebagai tersangka di sembilan kepolisian daerah (polda).
Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Moh. Irhamni menjelaskan bahwa rata-rata pembukaan lahan sawit masih dilakukan dengan cara dibakar. Para pelaku memanfaatkan periode musim panas agar vegetasi mudah terbakar, sehingga lahan siap ditanami bibit sawit saat musim hujan tiba.
Sebaran Kasus Karhutla di Sembilan Polda
Penanganan perkara karhutla saat ini berjalan di sembilan wilayah polda, yakni Polda Riau, Polda Kalimantan Barat, Polda Sumatera Selatan, Polda Jambi, Polda Kalimantan Tengah, Polda Kalimantan Selatan, Polda Kalimantan Timur, Polda Aceh, dan Polda Kalimantan Utara.
Live Streaming Indonesia vs Thailand Srikandi Merdeka Cup 2026, Jadwal Final dan Akses Siaran

Polda Riau mencatat jumlah penanganan tertinggi dengan 32 laporan polisi dari 1.201 titik api, serta telah menetapkan 35 orang tersangka. Di wilayah lain, Polda Kalimantan Barat memproses 18 laporan polisi dari pantauan 2.282 titik api. Sementara itu, Polda Sumatera Selatan menangani 15 laporan dari 618 titik api dan menetapkan 15 orang tersangka.
Deretan Barang Bukti yang Disita Penyidik
Dalam proses penegakan hukum, kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti yang dipakai untuk membakar dan membersihkan area konsesi maupun perkebunan. Barang bukti bahan bakar serta alat penyulut yang disita meliputi 35 korek api, dua botol plastik berisi solar, dua jeriken berkapasitas 10 liter berisi solar, dua botol Pertalite, dan satu botol minyak tanah.
BMKG Deteksi 1.923 Titik Panas di Papua Tengah, Nabire 1.069 Hotspot, Langkah Mitigasi dan Kewaspadaan Warga

Penyidik juga menyita berbagai perkakas kerja serta sampel lapangan, antara lain 21 bilah parang, dua kapak, satu cangkul, dua unit gergaji mesin (senso), 39 batang kayu bekas terbakar, dan lima sampel tanah terbakar. Selain itu, ditemukan pula 13 plastik bekas polybag, enam batang bibit kelapa sawit, dan satu pasang sepatu bot di lokasi penindakan.






