Sebanyak 4 ton kopi arabika dari kawasan Gunung Tangkuban Parahu dengan nilai transaksi mencapai Rp 800 juta resmi diekspor ke Arab Saudi. Pengiriman komoditas perkebunan asal Kabupaten Bandung Barat ini menandai pencapaian penting bagi para petani lokal dalam menembus pasar internasional.
Produk yang dikirimkan ke kawasan Timur Tengah tersebut merupakan biji kopi hijau (green bean) hasil inovasi fermentasi menggunakan buah nanas. Kopi tersebut dibudidayakan dan diolah langsung oleh para petani di Desa Cibodas, Kecamatan Lembang. Pengiriman ini sekaligus menjadi ekspor langsung perdana yang berhasil dilakukan petani asal Lembang ke kawasan Timur Tengah tanpa melalui rantai perantara.
Proses hingga tercapainya kesepakatan ekspor tersebut dirintis melalui perjalanan panjang oleh pelaku usaha tani setempat. Pengelola Tonas Kopi, Dikdik Ramdaniansyah, tercatat telah menggeluti sektor pertanian dan pengolahan pascapanen kopi sejak 2015. Melalui ketekunan dalam mengembangkan standar mutu produk, Dikdik akhirnya mampu merealisasikan pengiriman ekspor mandiri pada 2026 dengan menyelesaikan seluruh kebutuhan dokumen legalitas perdagangan luar negeri secara independen.
Gempa NTT, Telkom Akses Gercep Turunkan 150 Teknisi, Layanan Siaga 24 Jam

Peluang ekspor ke pasar Timur Tengah ini bermula dari peran seorang rekan kerja Dikdik yang berada di Arab Saudi. Rekan tersebut membantu memperkenalkan produk kopi fermentasi nanas khas Lembang kepada calon mitra bisnis setempat. Komunikasi lanjutan kemudian terjalin melalui surat elektronik hingga akhirnya terjalin kerja sama pasokan dengan pembeli langsung, yakni sebuah toko kopi yang berbasis di Riyadh, Arab Saudi.
Keberangkatan muatan kopi arabika tersebut dilepas secara resmi oleh Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail bersama para petani Tonas Kopi dan Kelompok Tani Arjuna di Ngamprah pada Sabtu (29/8/2026). Realisasi ekspor ini turut didukung oleh kerja sama lintas lembaga, meliputi Bank Indonesia, Bea Cukai, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Bandung Barat yang memberikan pendampingan terhadap pengembangan kapasitas dan ekspor produk UMKM daerah.
Perkuat Kolaborasi, Bank bjb dan YKEP Perluas Akses Produk Perbankan

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menyampaikan apresiasi kepada para penggerak usaha tani kopi lokal, termasuk Pak Ananda, Pak Dikdik, dan Kang Adil, agar terus konsisten meningkatkan kualitas serta kapasitas produksi mereka. Pihak pemerintah daerah juga menaruh harapan agar keberhasilan menembus pasar Arab Saudi ini dapat membuka peluang perluasan ekspor ke negara lain, termasuk rencana ekspansi pasar ke Jepang pada tahun berikutnya.






