Putra sulung Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Yair Netanyahu, dievakuasi secara darurat dari Amerika Serikat kembali ke Israel menyusul ancaman pembunuhan nyata dari Iran.
Badan keamanan internal Israel, Shin Bet, memutuskan langkah pemulangan kilat tersebut setelah melakukan penilaian risiko menyeluruh. Berdasarkan asesmen intelijen, terdapat ancaman signifikan terhadap keselamatan Yair di wilayah AS sehingga ia harus segera diterbangkan pulang bersama tim pengawalnya tanpa sempat mengemasi barang-barang pribadinya.
Lembaga penyiaran AS, Newsmax, melaporkan bahwa Yair menjadi target dugaan plot pembunuhan oleh pihak Iran saat ia menetap di Florida pada Desember lalu. Pihak intelijen Israel dilaporkan langsung mengabarkan temuan rencana pembunuhan tersebut kepada otoritas keamanan Amerika Serikat.
Besok Resmi Ditutup! Ini Penampakan Terakhir Stasiun KRL Karet

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu secara terbuka mengonfirmasi ancaman tersebut saat berbicara di stasiun televisi Channel 14 Israel. Ia menegaskan bahwa Teheran memang mengincar dan berupaya menghabisi salah satu putranya.
Selama berada di luar negeri, Yair dikenal sebagai aktivis sayap kanan dan pembuat siniar (podcaster) yang kerap melontarkan serangan di media sosial terhadap lawan politik ayahnya, pengkritik pemerintah, hingga jurnalis.
Breaking News! AS Bombardir Pulau Larak Iran, Hancurkan Roket Teheran

Keberadaan Yair di AS sebelumnya memicu gelombang kritik tajam dari publik Israel. Warga menyoroti fasilitas pengamanan berlapis yang didanai oleh uang negara bagi kehidupannya di luar negeri, terutama setelah eskalasi konflik pada 7 Oktober 2023 yang memaksa ratusan ribu tentara cadangan Israel bertugas di medan tempur.






