Aktivitas memasak sehari-hari yang kerap dianggap lumrah kini menjadi sorotan utama keselamatan domestik. Laporan terbaru National Fire Protection Association (NFPA) mengungkapkan bahwa insiden kebakaran rumah tangga sebagian besar justru dipicu oleh kelalaian di area dapur, bukan semata-mata gangguan instalasi luar.
Perwakilan NFPA, Susan McKelvey, menegaskan ada lima kebiasaan berisiko tinggi saat beraktivitas di dapur yang harus segera dihentikan guna mencegah bahaya fatal bagi penghuni rumah.
KPAI Pastikan Anak-Anak yang Ditangkap saat Demo 27 Agustus Sudah Dipulangkan

Salah satu kekeliruan fatal yang kerap terjadi adalah penanganan saat muncul percikan api dari minyak goreng panas. NFPA mengimbau warga untuk tidak menyiram kobaran minyak dengan air ataupun memindahkan wajan menyala ke dalam wastafel karena berisiko memicu ledakan api yang lebih besar.
Langkah darurat yang benar saat api minyak muncul adalah menggeser tutup panci secara perlahan menutupi wajan untuk memutus suplai oksigen, kemudian segera mematikan api kompor.
5 Sesar Aktif di Jawa Barat Jalur, Karakteristik, dan Potensi Gempa Bumi

Kerentanan area dapur terhadap insiden kebakaran menjadi perhatian serius menyusul sejumlah peristiwa fatal di kawasan permukiman. Di Srondol Wetan, Semarang, dua balita meninggal dunia setelah menjadi korban kebakaran yang tengah diselidiki kepolisian terkait dugaan kebocoran gas. Mitigasi dan kewaspadaan terhadap kebiasaan berisiko di dapur dinilai krusial untuk menekan potensi korban jiwa.






