Sebanyak 76.315 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Sleman telah mendaftarkan diri untuk berpartisipasi dalam program uji coba Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital. Kabupaten Sleman, yang terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta, terpilih menjadi salah satu wilayah yang masuk dalam batch pertama program piloting berskala nasional ini. Kehadiran program Perlinsos Digital ini diinisiasi secara langsung oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah nyata dalam memperbarui sistem penyaluran bantuan sosial di Indonesia agar berjalan dengan lebih efisien dan tepat sasaran.
Tujuan utama dari pelaksanaan program Perlindungan Sosial Digital ini adalah untuk memastikan keadilan dalam penyaluran bantuan. Melalui program ini, masyarakat yang memang berhak dan memenuhi kriteria akan dipastikan menerima hak mereka. Sebaliknya, bagi masyarakat yang sudah tidak lagi memenuhi kriteria, mereka tidak akan menerima bantuan sosial tersebut. Digitalisasi menjadi instrumen penting yang sangat diperlukan untuk mempercepat seluruh proses pembaruan serta pembersihan data para penerima bantuan sosial. Dengan sistem digital ini, proses pengecekan dan penginputan data untuk menentukan kelayakan penerima dapat diselesaikan dalam waktu yang sangat singkat, yaitu tidak lebih dari lima menit.
Alasan Prabowo Sebut Pengguna Motor Listrik Bisa Hemat Pengeluaran hingga 50 Persen

Pemilihan Kabupaten Sleman sebagai salah satu daerah piloting pada batch pertama ini didasarkan pada kesiapan pemerintah daerahnya. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyatakan bahwa Sleman dipilih karena pemerintah daerah setempat dinilai mampu bergerak cepat dalam mengimplementasikan program Perlinsos Digital. Untuk menyukseskan program ini, Pemerintah Kabupaten Sleman mengerahkan ribuan agen ke lapangan. Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyatakan bahwa pelaksanaan uji coba ini didukung oleh 2.862 agen yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Sleman, sementara data dari Pemkab Sleman mencatat pengerahan sebanyak 2.682 agen. Para agen ini secara aktif melakukan aksi jemput bola dengan mendatangi warga secara langsung dari rumah ke rumah. Mereka bertugas melakukan pendataan sekaligus membantu masyarakat memahami serta mengikuti proses pendaftaran di tingkat kalurahan dan padukuhan setiap harinya.
Berdasarkan data yang terkumpul hingga awal Agustus, antusiasme masyarakat Sleman dalam mengakses sistem ini tergolong sangat tinggi. Tercatat sudah lebih dari 76.000 orang yang melakukan akses dan mendaftarkan diri, dengan potensi tingkat kelayakan penerima berkisar antara 40 hingga 50 persen. Jika dirinci berdasarkan program bantuan yang ada, untuk program Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT) terdapat sebanyak 75.231 penerima yang terdaftar, di mana 43.433 penerima di antaranya dikategorikan berpotensi layak mendapatkan bantuan. Sementara itu, untuk Program Keluarga Harapan (PKH), tercatat ada 68.876 penerima yang terdaftar, dengan 29.458 penerima di antaranya masuk dalam kategori berpotensi layak.
Uji Coba Perlinsos Digital Jangkau 3 Juta KK dalam Sebulan di 43 Kabupaten/Kota

Saat ini, seluruh proses pelaksanaan Perlinsos Digital di Kabupaten Sleman masih berada dalam tahap uji coba atau piloting. Pemerintah menegaskan bahwa tahap awal ini sangat penting untuk mengumpulkan berbagai temuan, masukan, dan evaluasi, baik dari masyarakat penerima manfaat maupun dari jajaran pemerintah daerah setempat. Seluruh data dan masukan yang diperoleh selama masa uji coba di Sleman ini nantinya akan digunakan sebagai bahan evaluasi untuk menyempurnakan dan mematangkan sistem Perlinsos Digital sebelum program ini akhirnya diperluas dan diterapkan secara nasional di wilayah-wilayah lainnya di Indonesia.






