Sembilan kabupaten dan kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan menyusul meluasnya krisis air bersih yang dipicu fenomena iklim El Nino. Dari sembilan wilayah tersebut, tiga kabupaten di antaranya bahkan telah menaikkan status penanganan menjadi tanggap darurat.
Kepala Pelaksana BPBD NTB Sadimin mengungkapkan bahwa El Nino memicu fenomena Hari Tanpa Hujan (HTH) yang kian panjang di berbagai wilayah. Berdasarkan peta sebaran rencana aksi kekeringan, zona merah kini melingkupi hampir seluruh kawasan Pulau Lombok, kecuali sebagian kecil Lombok Tengah. Kondisi serupa juga melanda sebagian besar Pulau Sumbawa pada bagian timur dan barat.
Catatan Basarnas, 601 Kecelakaan Kapal Terjadi di Perairan Indonesia hingga Agustus 2026

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat intensitas El Nino kali ini tergolong dalam kategori sangat kuat, dengan capaian indeks suhu mencapai 2,74 derajat Celcius. Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB Suci Agustiarini menerangkan, anomali iklim ini mengakibatkan potensi hujan yang biasanya sempat muncul saat musim kemarau menjadi hampir tidak terjadi sama sekali.
Misteri Karamnya KM Virgo di Laut Jawa, 114 Orang Ditemukan, 6 Meninggal Dunia

Kondisi kekeringan dan gangguan pasokan air bersih di NTB juga mulai mengganggu sektor pariwisata. Di kawasan wisata Gili Trawangan, tercatat sebanyak 300 wisatawan memutuskan untuk check out lebih awal setelah pasokan air bersih terhenti.






