Polda Metro Jaya membenarkan telah menerima laporan resmi terkait dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang melibatkan pria berinisial ATT sebagai pihak terlapor. Berdasarkan informasi yang dihimpun, laporan kepolisian tersebut resmi diterima oleh penyidik pada hari Sabtu, 12 September 2026, sekitar pukul 10.00 WIB.
Dalam laporan yang masuk ke pihak kepolisian, pihak pelapor sekaligus korban dalam dugaan perkara ini diketahui merupakan seorang perempuan berinisial AW. Sementara itu, sosok yang dilaporkan adalah pria berinisial ATT. Peristiwa dugaan tindak pidana kekerasan seksual tersebut dilaporkan terjadi di salah satu lokasi yang berada di kawasan SCBD, Jakarta Pusat.
Penyelidikan dan Rencana Pemeriksaan Saksi
Menindaklanjuti laporan dugaan kekerasan seksual tersebut, tim penyidik Polda Metro Jaya tengah mempersiapkan serangkaian langkah penyelidikan untuk mendalami perkara yang dilaporkan. Penyidik mengagendakan proses pemeriksaan dan permintaan keterangan terhadap pelapor serta para saksi terkait guna mengumpulkan keterangan yang utuh.
Hari Ketujuh, SAR Masih Cari 5 Jurnalis di Perairan Selat Sunda

Selain meminta keterangan dari pihak pelapor dan para saksi, tim penyidik juga akan mengajukan permohonan pemeriksaan medis atau visum terhadap korban. Langkah ini diambil sebagai bagian dari pemenuhan prosedur pembuktian dalam proses hukum. Setelah pemeriksaan pelapor dan saksi dilakukan, penyidik dijadwalkan akan memanggil serta meminta keterangan dari sejumlah pihak terkait lainnya, termasuk memintai keterangan ATT selaku pihak terlapor.
Klarifikasi dan Bantahan Betrand Peto
Di sisi lain, Betrand Peto secara terbuka memberikan klarifikasi dan membantah tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Putra dari Ruben Onsu yang akrab disapa Onyo tersebut menyatakan secara tegas bahwa dirinya tidak pernah melakukan pelecehan seksual sebagaimana materi laporan yang disampaikan ke Polda Metro Jaya.
Wapres Gibran Lihat Orangutan Terdampak Asap Karhutla di Kalimantan Tengah

Betrand merasa sangat dirugikan atas beredarnya kabar miring tersebut di media sosial dan memastikan bahwa tuduhan dugaan pelecehan seksual itu tidak benar. Ia pun menceritakan kronologi awal versinya ketika berada di lokasi kejadian di sebuah kelab malam di kawasan SCBD. Saat itu, ia melihat pelapor tiba-tiba menangis di area sofa ruangan kelab malam. Melihat situasi tersebut, Betrand sempat berupaya mencari tahu alasan di balik tangisan wanita tersebut dengan bertanya, tetapi ia tidak mendapatkan respons atau jawaban apa pun dari pelapor.






