Kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke pusat rehabilitasi Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) di Kalimantan Tengah menyoroti langsung ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap kelangsungan satwa liar.
Dalam kunjungan tersebut, Wapres melihat kondisi orangutan yang terpapar kabut asap karhutla. Sebagian satwa mengalami gangguan pernapasan dan masalah kesehatan lain hingga memerlukan penanganan medis khusus.
CEO BOSF Jamartin Sihite mengungkapkan bahwa sejumlah orangutan harus menjalani terapi menggunakan nebulizer untuk memulihkan saluran pernapasan mereka. Tindakan medis ini memiliki tantangan tersendiri dibandingkan perawatan pada manusia.
"Penggunaan nebulizer, misalnya, tidak dapat dilakukan dengan masker seperti pada manusia sehingga membutuhkan penggunaan obat yang lebih banyak," ujar Jamartin.
Praperadilan Ketiga Lodewyk Pusung Ditolak Hakim PN Jakarta Selatan

Selain memberikan perawatan intensif bagi satwa yang sakit, pihak BOSF melakukan mitigasi lingkungan di area rehabilitasi. Pengelola memasang jaringan pipa dan sprinkler di sekeliling kandang guna menurunkan suhu udara serta meminimalisasi paparan partikel debu dan polusi saat asap tebal mengepung lokasi.
Jamartin mengapresiasi kepedulian Wapres Gibran terhadap isu perlindungan satwa secara menyeluruh. Ia mencatat bahwa perhatian yang diberikan tidak terbatas pada orangutan, melainkan mencakup ekosistem satwa liar lainnya yang turut terdesak akibat kebakaran hutan.
Dari kunjungan ini, BOSF berharap perhatian pemerintah pusat dapat direalisasikan ke dalam penguatan kebijakan mitigasi bencana yang lebih sistematis. Salah satu aspek mendesak yang disuarakan adalah pembenahan sistem peringatan dini (early warning system).
Cekcok di Hotel Tanah Abang, Pelaku Pembunuhan Wanita Ditangkap

Jamartin mengusulkan agar penetapan status siaga dan tindakan antisipasi karhutla mengacu pada indikator terukur, seperti kondisi cuaca, durasi periode tanpa hujan, serta tingkat kerawanan wilayah. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah kebakaran meluas sebelum menimbulkan dampak parah.
Penguatan respons terhadap bencana ini juga memerlukan alokasi anggaran penanggulangan yang memadai serta sistem penanganan yang lebih efektif. Perlindungan habitat satwa liar dinilai harus dijalankan beriringan dengan pengendalian karhutla agar kelestarian ekosistem tetap terjaga.






