Kepulan asap tebal membubung dari lereng bukit dan mulai mendekati kawasan permukiman di Quito, Ekuador, pada Minggu (13/9/2026). Peristiwa ini memicu kepanikan warga di sekitar lokasi yang terganggu oleh pekatnya kabut asap hingga mengalami gangguan pernapasan.
David, salah seorang warga setempat, menceritakan bahwa asap tebal langsung menutup jarak pandang di jalan akses utama begitu api merambat turun. Sejumlah warga yang tinggal di kawasan lereng bagian atas bergegas menyelamatkan barang-barang berharga mereka karena kobaran api terus mendekat ke bangunan rumah. Beberapa warga lain bersama relawan turut turun tangan membantu upaya pemadaman darurat.
Gunung Es di Balik Kebakaran Hutan di Indonesia

Kebakaran hutan di lereng bukit tersebut terjadi di tengah periode musim panas yang memang kerap memicu kobaran api di berbagai wilayah Ekuador. Kondisi vegetasi yang kering mempercepat rambatan api ke area sekitar kota.
Menanggapi situasi darurat ini, Dinas Pemadam Kebakaran Quito mengerahkan hampir 60 personel pemadam, 14 unit kendaraan pemadam kebakaran, serta satu unit helikopter untuk memadamkan titik api dari udara.
Gempa Bumi M 5,2 Goyang Jawa Timur Pagi Ini, Terasa Hingga Badung Bali

Komandan Pemadam Kebakaran Quito, Esteban Cardenas, menyatakan kepada Reuters bahwa warga yang bermukim di dekat lokasi kebakaran saat ini tidak berada dalam bahaya langsung. Meski demikian, tim pemadam masih terus berjibaku di lapangan untuk mengendalikan sisa kobaran api agar tidak meluas lebih jauh ke area perkotaan.






