Berita Viral Terkini

Advokat Bantah Isu Nasi Uduk Sebagai Pemicu Bentrokan di Menteng

Rimba NainggolanPublished 27 Jul 2026 - 00.350 Reads
Bagikan WhatsAppX
Advokat Bantah Isu Nasi Uduk Sebagai Pemicu Bentrokan di Menteng
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Bentrokan antarkelompok yang pecah di Jalan Tambak, kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada hari Minggu (26/7) sempat memunculkan berbagai narasi liar di media sosial. Salah satu isu yang beredar luas menyebutkan bahwa pertikaian bermula karena sekelompok warga dari etnis Ambon menolak membayar setelah makan nasi uduk dan tidak terima ketika ditegur. Namun, kabar tersebut dibantah secara tegas oleh Nefton Alfares, advokat yang mewakili kelompok etnis Ambon sekaligus Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Persaudaraan Timur Indonesia Raya (DPN PETIR). Ia memastikan bahwa informasi tersebut adalah berita bohong yang tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya di lapangan.

Usai menjalani pemeriksaan di Kepolisian Sektor (Polsek) Menteng pada Minggu malam, Nefton memberikan penjelasan rinci mengenai kronologi awal mula perselisihan. Menurut keterangannya, keributan murni dipicu oleh masalah suara bising kendaraan bermotor. Peristiwa itu bermula ketika salah satu anggota dari kelompoknya menyalakan sepeda motor di sekitar lokasi kejadian. Suara knalpot dari kendaraan tersebut rupanya terdengar bising sehingga memancing teguran dari warga setempat yang sedang duduk di warung nasi uduk. Teguran mengenai kebisingan itulah yang kemudian memanaskan situasi dan berujung pada adu mulut antara kedua belah pihak.

Lebih jauh, Nefton meluruskan fakta terkait tuduhan makan tanpa membayar hingga merusak gerobak yang ditudingkan kepada rekan-rekannya. Ia menegaskan bahwa kelompoknya sama sekali tidak membeli, apalagi menyantap hidangan di warung nasi uduk tersebut. Pada saat kejadian, mereka sebenarnya baru saja selesai makan bubur ayam yang lokasinya berdekatan. Oleh karena itu, narasi yang menyebutkan bahwa mereka menolak membayar makanan dipastikan sepenuhnya keliru. Ia juga menekankan bahwa validitas informasi mengenai kronologi ini didukung oleh keterangan langsung dari Kepala Polsek Menteng.

Also Read

Esensi Kemanusiaan di Tengah Transformasi Komunikasi Digital

Selain meluruskan persoalan pemicu awal, advokat tersebut juga menepis keras isu mengenai adanya perusakan tempat ibadah. Sempat beredar kabar di jagat maya bahwa kelompoknya melakukan pengrusakan terhadap sebuah masjid di sekitar area bentrokan. Nefton menjelaskan bahwa bangunan masjid memang berada di dekat lokasi, namun tidak pernah ada niat atau tindakan sengaja dari kelompoknya untuk merusak fasilitas ibadah tersebut. Insiden adu fisik yang terjadi murni karena kebetulan bertepatan di area depan masjid, bukan sebuah tindakan pengrusakan yang disengaja.

Menyikapi dampak dari bentrokan ini, pihak keluarga dan perwakilan kelompok menuntut keadilan serta penegakan hukum yang merata. Nefton mendesak aparat kepolisian untuk segera menangkap seluruh pelaku yang teridentifikasi dalam rekaman video yang beredar di masyarakat. Permintaan ini didasari oleh fakta bahwa dua orang dari kelompoknya turut menjadi korban dalam insiden tersebut. Ia berharap hukum ditegakkan secara adil tanpa adanya kesan pembiaran, dan membandingkannya dengan penindakan tegas yang kerap dialami oleh warga dari wilayah Timur jika tersandung kasus kriminal.

Also Read

Menjaga Nalar Kritis Demokrasi di Tengah Kebisingan Era Digital

Bentrokan di kawasan Menteng ini pada akhirnya berujung fatal dengan jatuhnya korban jiwa. Berdasarkan data dari pihak kepolisian, seorang pria dilaporkan tewas akibat mengalami penganiayaan dalam kericuhan tersebut. Guna mengusut tuntas peristiwa ini, aparat penegak hukum telah bergerak melakukan penindakan. Hingga saat ini, sebanyak tiga orang telah berhasil diamankan oleh petugas kepolisian. Selain itu, pihak berwajib juga telah memeriksa lima belas orang untuk dimintai keterangan demi mengungkap konstruksi perkara secara utuh.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca