Badan Gizi Nasional (BGN) tengah mempersiapkan sebuah platform digital yang dirancang untuk membuka akses pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi publik. Melalui sistem yang segera diluncurkan ini, para orang tua siswa akan memiliki kemampuan untuk memantau pelaksanaan pemberian makanan kepada anak-anak mereka di sekolah secara langsung. Kehadiran teknologi digital ini ditargetkan dapat mempermudah seluruh pihak terkait dalam memperoleh informasi mengenai program pemenuhan gizi tersebut. Kepala BGN Sudaryono menargetkan masyarakat sudah bisa mengakses layanan ini dalam waktu dekat, yakni sekitar satu hingga dua minggu ke depan.
Dalam pengoperasiannya, sistem digital ini menyajikan data terperinci mengenai rantai penyediaan makanan bagi siswa. Ketika mengakses platform tersebut, orang tua dapat mengetahui secara pasti lokasi sekolah tempat anak mereka menimba ilmu sekaligus melihat daftar menu makanan bergizi yang disajikan pada hari tersebut. Tidak hanya sekadar jenis makanan, informasi yang ditampilkan juga mencakup rincian kandungan gizi dari setiap menu yang dibagikan kepada peserta didik. Transparansi informasi nutrisi ini menjadi salah satu fitur utama yang disediakan oleh BGN bagi para pemangku kepentingan.
Selain rincian menu dan nutrisi, keterbukaan informasi dalam sistem ini juga mencakup aspek operasional dapur pengolahan makanan. Publik dan orang tua siswa dapat melacak secara spesifik lokasi dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mana yang bertugas memasak hidangan tersebut. Bahkan, platform digital ini turut menampilkan identitas atau nama dari kepala SPPG yang bertanggung jawab atas dapur pengolahan makanan terkait. Dengan demikian, alur distribusi makanan dari dapur penyedia hingga sampai ke sekolah dapat diketahui secara jelas oleh masyarakat.
UKM Tetap Resilien, Sektor Produktif Penopang Ekonomi Semester I-2026

Mengingat platform ini memuat informasi yang berkaitan dengan data pribadi siswa, BGN menerapkan mekanisme verifikasi khusus bagi pengguna yang ingin mengaksesnya. Para orang tua diwajibkan untuk masuk atau log in ke dalam sistem dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) milik anak mereka masing-masing. Langkah penggunaan NIK ini diterapkan sebagai prosedur verifikasi untuk memastikan bahwa data spesifik mengenai siswa dan rincian penerimaan makanan di sekolah hanya dapat diakses secara tepat, sekaligus menjaga perlindungan atas data pribadi peserta didik.
Akses terhadap sistem pengawasan digital ini tidak hanya dikhususkan bagi para orang tua murid. BGN memastikan bahwa platform tersebut juga dapat diakses oleh kalangan tenaga pendidik dan instansi pemerintah terkait. Para guru dan kepala sekolah dapat masuk ke dalam sistem untuk melihat data penyediaan makanan di sekolah mereka. Di samping itu, jajaran dinas terkait seperti Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan juga diberikan akses serupa untuk memantau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis sesuai dengan kebutuhan informasi mereka.
Mau Mulai Bisnis dari Nol? Yuk Siapkan Mindset dan Strateginya

Penjelasan mengenai perancangan sistem digital ini disampaikan langsung oleh Kepala BGN Sudaryono dalam sebuah konferensi pers yang diselenggarakan di kantor BGN, Jakarta Pusat, pada Senin, 27 Juli 2026. Dalam kesempatan tersebut, Sudaryono menegaskan bahwa pihaknya sedang berupaya maksimal menyiapkan skema sistem tersebut agar dapat segera diumumkan dan digunakan secara luas. Ia menyatakan harapan agar platform pengawasan digital program Makan Bergizi Gratis ini sudah dapat beroperasi dan diakses oleh publik paling lambat pada pekan depan atau dua minggu setelah pengumuman disampaikan.






