PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) mempercepat agenda restrukturisasi bisnis dengan memangkas jumlah anak usahanya secara signifikan, dari 68 entitas menjadi hanya 18 entitas. Langkah konsolidasi ini dirancang guna membangun struktur grup yang lebih ramping, terarah, dan efisien.
Penataan portofolio tersebut dibahas langsung dalam pertemuan antara manajemen Telkom dengan Kepala Badan Pengelola BUMN (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, untuk meninjau perkembangan proses perampingan (streamlining) dan transformasi korporasi.
Perubahan Menjadi Strategic Holding dan Peran OpCo
Inti dari skema pemangkasan anak usaha ini adalah pergeseran model bisnis induk usaha, di mana Telkom diarahkan bertransformasi dari operating holding menjadi strategic holding.
Tren Suku Bunga Acuan BI-Rate Bank Indonesia dan Dampaknya ke Bunga KPR

Dengan skema strategic holding, Telkom di level induk akan memusatkan fungsinya pada lima pilar strategis, yaitu: - Pengelolaan portofolio bisnis grup - Alokasi modal (capital allocation) - Penguatan tata kelola (governance) - Pendorong sinergi antar-entitas grup - Penciptaan nilai (value creation)
Sebagai konsekuensi dari pemisahan fungsi tersebut, seluruh aktivitas operasional lapangan tidak lagi dijalankan langsung oleh induk, melainkan dialihkan kepada entitas bisnis atau Operating Company (OpCo) yang fokus menjalankan unit usaha sesuai bidang spesifikasinya masing-masing.
TV & AC Lagi Banting Harga, Yuk Serbu Transmart Full Day Sale!

Penguatan Posisi di Ekosistem Danantara
Inisiatif pemangkasan anak perusahaan ini menjadi bagian dari strategi BP BUMN untuk mengoptimalkan kontribusi Telkom di dalam ekosistem Danantara Indonesia. Lewat restrukturisasi ini, Telkom ditargetkan memiliki struktur organisasi yang lebih adaptif untuk mendorong perannya dalam menopang perekonomian nasional.
Dengan memadatkan lini bisnis ke dalam 18 entitas terpilih, grup diharapkan dapat menghilangkan duplikasi operasional, mempercepat pengambilan keputusan, dan meningkatkan daya saing industri di pasar telekomunikasi dan digital.






