Pembangunan Jalan Tol Harbour Road II Ruas Ancol Timur - Pluit kini mencatatkan rekor baru sebagai jalan tol layang (elevated) tertinggi di Indonesia. Dirancang menjulang setinggi 38 meter di atas permukaan tanah, infrastruktur ini melampaui ketinggian Tol Layang MBZ yang berada di angka 15 meter.
Struktur jalan tol bertingkat ini dibangun tepat di atas jalur tol eksisting, yakni Tol Sedyatmo. Selain menawarkan elevasi rekor, proyek strategis di kawasan utara Jakarta tersebut dirancang berdaya tahan tinggi dengan ketahanan terhadap ancaman gempa bumi hingga siklus 1.000 tahun serta memanfaatkan 100 persen teknologi dalam negeri.
Berikut panduan menyeluruh mengenai rute, spesifikasi teknis, serta perkembangan proyek tol bertingkat ini.
Upaya Penanganan Judi Online dan Pemblokiran Rekening oleh Komdigi dan OJK

Menelusuri Rute dan Konektivitas Jalur
Jalan Tol Harbour Road II dirancang membentang sepanjang 9,7 kilometer untuk menghubungkan kawasan Jakarta Utara secara terintegrasi. Pengguna jalan nantinya dapat memanfaatkan lintasan ini untuk:
- Menghubungkan Titik Ancol Timur hingga Pluit: Jalur dibangun melayang di atas Tol Sedyatmo guna memaksimalkan ruang jalan tanpa mengorbankan jalur darat yang sudah beroperasi.
- Mengalihkan Arus Logistik Pelabuhan: Tol ini ditujukan menarik arus lalu lintas padat dari Pelabuhan Tanjung Priok sehingga mengurangi beban angkutan berat di jalur arteri.
- Mengurangi Kepadatan Jalan Martadinata: Arus kendaraan logistik dari arah Tanjung Priok menuju Pluit yang selama ini menumpuk di Jalan Martadinata dapat terurai ke jalur layang.
- Mempercepat Akses ke Bandara Soekarno-Hatta: Proyek ini berfungsi memperkuat konektivitas transportasi bebas hambatan dari koridor utara Jabodetabek langsung menuju bandara.
Memahami Spesifikasi Teknis dan Ketahanan Struktur
Struktur fisik Harbour Road II memiliki sejumlah keunggulan rekayasa konstruksi yang disesuaikan dengan kebutuhan lalu lintas perkotaan berkecepatan tinggi:
- Ketinggian Konstruksi: Mencapai 38 meter dengan konsep double decker atau jalan layang bertingkat.
- Kapasitas Jalur: Memakai konfigurasi 2x3 lajur untuk menampung volume kendaraan dalam jumlah besar.
- Batas Kecepatan Rencana: Dirancang aman untuk laju kendaraan hingga 80 kilometer per jam.
- Ketahanan Bencana: Mengadopsi standar ketahanan gempa bumi dengan periode ulang hingga 1.000 tahun.
- Komponen Rekayasa: Seluruh teknologi dan sistem konstruksi yang diterapkan merupakan 100 persen produk domestik.
Memantau Tahapan dan Target Penyelesaian Proyek
Proyek infrastruktur bernilai investasi Rp15,08 triliun ini dikerjakan oleh PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) Tbk dengan target operasional bertahap hingga tuntas pada 2028.
Babak Baru Perang Rusia-Ukraina, Eskalasi Serangan Sektor Ekonomi dan Sikap Negosiasi

Berdasarkan data yang disampaikan Direktur Utama PT CMNP Tbk, Arief Budhy Hardono, realisasi pekerjaan di lapangan mencakup indikator berikut:
- Progres Konstruksi Fisik: Telah mencapai 44,12 persen.
- Pembebasan Lahan (UGK): Posisi realisasi Uang Ganti Kerugian (UGK) telah berada di level 77 persen.
- Ketersediaan Lahan Kerja: Area kerja yang sudah dapat diakses dan dikerjakan oleh kontraktor mencapai 81,55 persen.
Kehadiran jalan tol layang tertinggi ini ditargetkan menjadi solusi utama dalam memecah kemacetan menahun di Jalan Tol Harbour Road I sekaligus menata distribusi logistik di sepanjang koridor utara Jabodetabek.






