Program transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat ini terus berjalan secara berkelanjutan dengan fokus utama pada percepatan perampingan atau streamlining perusahaan. Langkah strategis ini diambil oleh pemerintah sebagai upaya nyata untuk membangun struktur badan usaha milik negara yang jauh lebih ramping, efektif, dan efisien. Pemerintah meyakini bahwa dengan struktur yang lebih ramping, pengelolaan seluruh BUMN akan menjadi jauh lebih optimal. Melalui kebijakan streamlining ini, target akhir yang ingin dicapai adalah hanya menyisakan sebanyak 250 perusahaan BUMN saja untuk terus beroperasi di masa mendatang.
Rencana besar mengenai restrukturisasi dan perampingan ini disampaikan secara langsung oleh Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria








