Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan SosialPopuler
Beranda/National

Candi Arjuna, Antara Sakralitas Kuno dan Deru Pariwisata Modern

Uria KilaDiterbitkan 14 Sep 2026 - 00.45 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Candi Arjuna, Antara Sakralitas Kuno dan Deru Pariwisata Modern
Foto/Ilustrasi: Tirto
A-A+

Tim peneliti manajemen risiko budaya yang dipimpin Theodorus Aries Briyan NSK menyoroti tingginya kerentanan fisik Kompleks Candi Arjuna di Dataran Tinggi Dieng terhadap dampak aktivitas manusia. Temuan tersebut mempertegas tantangan pelestarian situs cagar budaya di tengah pesatnya industri pelancongan modern di kawasan berketinggian 2.000 hingga 2.100 meter di atas permukaan laut tersebut.

Kawasan percandian yang sering mengalami penurunan suhu drastis hingga 0掳C dan fenomena embun upas ini kini bertransformasi menjadi panggung utama agenda wisata skala besar. Kompleks Candi Arjuna menjadi lokasi pemotongan rambut gimbal anak-anak Dieng yang diintegrasikan ke dalam perhelatan Dieng Culture Festival (DCF). Daya tarik tradisi dan lanskap sejarah ini berhasil mengantarkan kawasan Dieng meraih pengakuan dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI).

Namun, lonjakan popularitas tersebut memicu kekhawatiran terkait daya dukung lingkungan dan keberlanjutan cagar budaya. Kajian pariwisata berkelanjutan mencatat sejumlah persoalan mendasar di lapangan, mulai dari minimnya partisipasi aktif warga lokal dalam perencanaan strategis jangka panjang hingga ketimpangan distribusi manfaat ekonomi ke desa-desa penyangga. Masalah keterbatasan infrastruktur seperti fasilitas sanitasi, ketersediaan area parkir, serta penumpukan sampah sisa festival turut memberi tekanan pada ruang sakral tersebut.

Baca Juga

Kesaksian Penumpang, Kapal Virgo Transport 8 Miring dengan Cepat

Kesaksian Penumpang, Kapal Virgo Transport 8 Miring dengan Cepat

Jejak Sakralitas Hindu Jawa Kuno

Secara historis, Kompleks Candi Arjuna memegang peran sentral dalam lanskap keagamaan masa lampau. Situs ini diperkirakan didirikan sekitar abad ke-8 hingga ke-9 Masehi pada era Kerajaan Kalingga atau fase awal Mataram Kuno di bawah pemerintahan Wangsa Sanjaya. Bukti kronologis kawasan ini diperkuat oleh keberadaan prasasti tertua berangka tahun 809 Masehi.

Bagi masyarakat Hindu Jawa Kuno, perjalanan mendaki kawasan Dieng dipandang sebagai laku spiritual tirtha untuk menyucikan diri dari belenggu duniawi guna mencapai moksha. Dinding-dinding luar candi memuat relung-relung kosong yang pada masa lalu menjadi tempat bertahtanya arca Trimurti, yakni Brahma, Siwa, dan Wisnu. Bangunan yang berdiri mencakup bangunan utama serta candi pendamping, meski penamaan seperti Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Sembadra, dan Candi Puntadewa bukan merupakan sebutan asli dari abad ke-8.

Baca Juga

Pertamina Terapkan Ganjil Genap di SPBU Sulsel Atasi Antrean BBM

Pertamina Terapkan Ganjil Genap di SPBU Sulsel Atasi Antrean BBM

Sebelum menjadi magnet wisata seperti sekarang, kompleks percandian ini sempat terendam air dan menyerupai danau kecil di kaldera mati saat ditemukan kembali pada awal abad ke-19. Rangkaian proses pengeringan dan pemugaran panjang berhasil mengembalikan wujud fisik situs tertua di Pulau Jawa ini, yang kini menuntut perimbangan cermat antara pemanfaatan ekonomi wisata dan perlindungan nilai sakralitas warisan leluhur.

Sumber: Tirto

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Berita Terbaru Lainnya

Kesaksian Penumpang, Kapal Virgo Transport 8 Miring dengan CepatSistem Ganjil Genap BBM Bersubsidi Mulai Diterapkan di Seluruh SPBU Sulawesi SelatanLotte Serap Talenta Lokal Lewat Global Job Fair 2026Literasi Digital Bantu Perempuan Pelaku Usaha Rumahan Perluas PasarAntrean BBM di Sejumlah SPBU Makassar Mulai MelandaiPertamina Terapkan Ganjil Genap di SPBU Sulsel Atasi Antrean BBMBRICS Dorong Pembentukan Bursa Gandum Bersama demi Ketahanan Pangan GlobalSuper League 2026/27, Persebaya Surabaya Tundukkan PSIM Jogja 1-0

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  3. 3Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan Sosial

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap