BANJARMASIN — Suasana tenang di tengah pelayaran mendadak berubah menjadi kepanikan mencekam saat Kapal Virgo Transport 8 miring ke kiri dengan sangat cepat di perairan Masalembo, Laut Jawa. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 01.20 WITA tersebut berlangsung tanpa tanda peringatan, baik bunyi alarm maupun pengumuman dari pihak kapal, sebelum akhirnya kapal tersebut tenggelam.
Salah satu penumpang yang selamat, Ahmad Saudi, menuturkan kesaksiannya mengenai detik-detik menegangkan saat kapal mulai kehilangan keseimbangan. Ketika ditemui di ruang pelayanan kesehatan darurat bagi korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pria asal Surabaya yang berdomisili di Banjarbaru ini menceritakan bahwa dirinya sedang tertidur di sofa saat insiden bermula.
Ahmad terbangun ketika mendengar seorang penumpang berlari sambil berteriak mengabarkan bahwa kapal dalam kondisi miring. Menyaksikan situasi yang kian gawat, Ahmad berusaha bertahan di bagian bawah kapal dengan berpegangan kuat pada sebuah tiang dekat jendela. Kemiringan kapal yang terjadi sangat cepat memaksanya bergerak mengikuti sudut kapal hingga berhasil mencapai bagian atas sebelum kapal semakin tenggelam ke dalam air.
Tuntutan Penjara Seumur Hidup untuk WN Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori

Setelah berhasil keluar dari badan kapal, Ahmad bersama penumpang lainnya bertahan hidup di atas perahu karet. Ia menyebut ada 15 orang di dalam perahu karet tersebut, yang seluruhnya merupakan laki-laki tanpa ada penumpang perempuan.
Perjuangan para korban belum berakhir di atas perahu penyelamat. Kondisi cuaca di perairan Masalembo saat itu sangat ganas. Embusan angin kencang serta gelombang laut yang tinggi terus-menerus menghantam perahu karet yang mereka tumpangi selama sekitar tiga jam, hingga akhirnya kapal penolong tiba dan mengevakuasi seluruh 15 orang tersebut dengan selamat.
Karhutla Masih Terjadi di Bromo, Semeru, Argopuro dan Kawinajang

Ahmad, yang saat itu tengah menempuh perjalanan untuk mengantarkan satu unit bus ke Kalimantan, menjadi salah satu dari ratusan penumpang yang berhasil dievakuasi tim penyelamat.
Berdasarkan konfirmasi data sementara dari Basarnas, sebanyak 107 penumpang telah dievakuasi dalam kondisi selamat, 6 orang dilaporkan meninggal dunia, dan 130 orang lainnya masih dalam pencarian. Guna memaksimalkan operasi pencarian dan pertolongan di lokasi kejadian di Laut Jawa, Basarnas mengerahkan 15 armada laut dan udara dari unsur gabungan.






