Para pemimpin negara anggota BRICS menegaskan pentingnya melanjutkan pembahasan inisiatif pembentukan platform bursa perdagangan gandum bersama. Inisiatif pendirian Bursa Gandum BRICS tersebut ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan global di tengah dinamika pasar internasional. Kesepakatan ini tertuang dalam pernyataan bersama yang dirilis pada Sabtu (12/9) dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di New Delhi.
Mekanisme Operasional dan Perluasan Komoditas
Dalam dokumen resmi pertemuan tersebut, para pemimpin BRICS menyambut baik diskusi lanjutan mengenai perumusan mekanisme operasional Bursa Gandum BRICS. Platform perdagangan bersama ini tidak hanya diproyeksikan untuk komoditas gandum, melainkan juga disiapkan agar dapat diperluas mencakup berbagai produk dan komoditas pertanian lainnya pada masa mendatang.
Langkah pengembangan bursa bersama ini menjadi bagian dari upaya kelompok dalam membangun skema perdagangan komoditas agrikultur yang lebih terintegrasi antarnegara anggota.
Pertamina Terapkan Ganjil Genap di SPBU Sulsel Atasi Antrean BBM

Peran Strategis dan Mitigasi Gangguan Pasokan
Para pemimpin negara anggota BRICS menyoroti kontribusi signifikan kelompok tersebut dalam peta produksi pangan dunia. Melalui pernyataan bersama tersebut, mereka menekankan keharusan menjaga kestabilan pangan dan meredam dampak fluktuasi harga komoditas yang tajam di tingkat global.
Selain persoalan pergerakan harga, platform perdagangan ini diharapkan mampu memitigasi risiko gangguan rantai pasok komoditas pangan dunia. Para pemimpin aliansi ini secara khusus menyoroti tantangan terkait gangguan pasokan serta masalah kelangkaan pupuk yang berdampak langsung pada sektor pertanian.
Pemerintah Dorong Pembangunan Berkelanjutan Lewat Empat Arahan Strategis dan Inovasi

Perkembangan Kerja Sama Aliansi
Penyelenggaraan KTT di New Delhi berlangsung di bawah keketuaan bergilir India untuk tahun ini. India memimpin koordinasi pembahasan berbagai agenda strategis kelompok ekonomi tersebut, termasuk di bidang pertanian dan ketahanan pangan.
BRICS berawal sebagai kelompok kerja sama antarpemerintah yang didirikan pada tahun 2006 oleh Brasil, Rusia, India, dan China. Afrika Selatan kemudian resmi bergabung pada tahun 2011. Basis keanggotaan kelompok ekonomi ini semakin bertambah luas seiring bergabungnya sejumlah negara lain ke dalam BRICS sejak tahun 2024.






