Menjalankan ibadah puasa sunah pada hari Senin dan Kamis menjadi amalan rutin yang dianjurkan bagi umat Islam. Puasa ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga merupakan bentuk meneladani kebiasaan Nabi Muhammad SAW yang kerap memperbanyak puasa pada kedua hari tersebut.
Makna dan Keutamaan Puasa Senin Kamis
Pelaksanaan puasa pada hari Senin dan Kamis memiliki keutamaan khusus berdasarkan tuntunan hadis. Berdasarkan riwayat Tirmidzi, amal perbuatan manusia diperlihatkan atau disetorkan pada hari Senin dan Kamis. Rasulullah SAW menyukai momen ketika catatan amalnya diangkat dan diperlihatkan dalam keadaan beliau sedang berpuasa.
Selain pelaporan amal, hari Senin memiliki makna istimewa dalam sejarah Islam. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa hari Senin merupakan hari kelahiran beliau sekaligus hari ketika wahyu pertama kali diturunkan kepada beliau. Menjalankan puasa pada hari tersebut menjadi wujud rasa syukur atas kelahiran Nabi dan turunnya petunjuk kenabian.
Bacaan Niat Puasa Senin dan Kamis
Sebelum menjalankan ibadah, niat dilafalkan sesuai dengan hari puasa yang akan dikerjakan.
KM Virgo Transport 8 Hilang Kontak, 3 Kapal Polisi Dikerahkan

Untuk puasa hari Senin, niat yang dibaca adalah:
Nawaitu shauma yaumil-itsnaini sunnatan lillāhi ta'ālā (Saya berniat puasa sunah hari Senin karena Allah Ta'ala).
Sementara itu, untuk puasa hari Kamis, niat yang dibaca adalah:
Tuntutan Penjara Seumur Hidup untuk WN Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori

Nawaitu shauma yaumil-khamīsi sunnatan lillāhi ta'ālā (Saya berniat puasa sunah hari Kamis karena Allah Ta'ala).
Tata Cara Pelaksanaan
Tata cara puasa Senin Kamis pada dasarnya serupa dengan puasa wajib. Umat Islam memulainya dengan berniat, kemudian menahan diri dari makan, minum, serta segala hal yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar hingga matahari terbenam.
Amalan puasa sunah ini dapat dilaksanakan secara rutin setiap pekan pada hari Senin dan Kamis sesuai dengan kemampuan fisik dan kondisi masing-masing muslim.






