Pemerintah Provinsi Jawa Barat menginstruksikan seluruh pengelola kawasan pegunungan untuk menutup sementara aktivitas pendakian. Langkah pembatasan akses ini diambil guna menekan risiko kebakaran hutan dan lahan yang kian meningkat di tengah musim kemarau.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa aktivitas pendaki rentan memicu titik api baru, baik akibat pembuatan api unggun maupun pembuangan puntung rokok secara sembarangan di jalur pendakian yang mengering.
"Pendakian gunung untuk sementara ditutup dulu karena khawatir para pendaki nanti menyalakan api," ujar Dedi Mulyadi dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (3/9/2026).
Usai 2 Hari, Kebakaran TPA Bojong Canar Pandeglang Akhirnya Padam

Kekhawatiran pemprov tersebut sejalan dengan peningkatan insiden kebakaran kawasan hijau di berbagai wilayah Jawa Barat belakangan ini. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat, akumulasi luas lahan dan hutan yang terbakar hingga 31 Agustus 2026 telah mencapai 228,07 hektare.
Secara keseluruhan, BPBD mencatat ada 156 kejadian kebakaran yang tersebar di 178 desa atau kelurahan di 107 kecamatan se-Jawa Barat.
Pesawat Garuda Indonesia GA604 Mendarat Darurat di Runway 03 Karena Pecah Ban, Lakukan Fly Pass

Berdasarkan frekuensi insiden, Kabupaten Sumedang mencatatkan kejadian terbanyak dengan 21 peristiwa, disusul Kabupaten Majalengka sebanyak 17 kejadian, dan Kabupaten Bandung dengan 16 kejadian.
Sementara itu, dari segi luasan area yang terdampak, Kabupaten Sukabumi menempati posisi teratas dengan kerusakan lahan mencapai 49,20 hektare. Kerusakan lahan terluas berikutnya tercatat di Kabupaten Majalengka seluas 26,16 hektare serta Kabupaten Bandung seluas 24,80 hektare.






