Warga di Kawasan Transmigrasi Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, kini tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh ke pusat pemerintahan hanya untuk mengurus dokumen administrasi kependudukan seperti Kartu Keluarga (KK) atau Akta Kelahiran. Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menghadirkan inovasi digital yang memungkinkan masyarakat memulai proses pengajuan dokumen kependudukan langsung melalui telepon seluler.
Sistem digital tersebut dikembangkan untuk mendukung Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Manokwari Selatan dalam memperluas jangkauan layanan hingga ke komunitas yang berada jauh dari pusat pelayanan publik.
Memperkuat Pelayanan Jemput Bola
Ketua Tim Ekspedisi Patriot (TEP) ITS Yogantara Setya Dharmawan menjelaskan bahwa inovasi ini lahir langsung dari kebutuhan nyata masyarakat di kawasan transmigrasi Ransiki. Langkah ini menjadi bagian dari pengabdian tim TEP melalui riset bertema "Digitalisasi Kelembagaan Organisasi Non-Profit di Kawasan Transmigrasi Ransiki".
6 Gunung Api Erupsi Beruntun Akhir Agustus, PVMBG, Tak Ada Bukti Saling Picu

Yogantara menegaskan, kehadiran sistem digitalisasi ini tidak bertujuan untuk menggantikan petugas pelayanan kependudukan. Sistem tersebut justru dirancang guna memperkuat skema pelayanan jemput bola bagi petugas di lapangan.
Melalui pengajuan secara digital, data kebutuhan warga dapat dihimpun lebih awal oleh pemerintah daerah. Informasi tersebut menjadi acuan penting sebelum petugas Disdukcapil turun langsung mendatangi kampung-kampung dan wilayah pelosok untuk memproses dokumen warga.
Rapat Bareng DPR, Menbud Paparkan Alokasi Anggaran 2027

Transformasi Kualitas Hidup Warga Transmigrasi
Inisiatif pemanfaatan teknologi ini turut mendapat respons positif dari Menteri Transmigrasi RI M Iftitah Sulaiman Suryanagara. Iftitah menyampaikan bahwa TEP hadir membawa ilmu pengetahuan dan inovasi langsung ke tengah masyarakat, sekaligus menjadikan kawasan transmigrasi sebagai ruang tumbuhnya beragam solusi pembangunan.
Menurut Iftitah, transformasi transmigrasi saat ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik kawasan semata. Pembangunan kualitas hidup masyarakat melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), integrasi teknologi, serta inovasi menjadi pilar utama dalam pengembangan kawasan transmigrasi ke depan.






