Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa bumi tektonik bermagnitudo 6,2 yang mengguncang wilayah Kepulauan Sandwich Selatan tidak berpotensi menimbulkan tsunami bagi wilayah Indonesia.
Peristiwa gempa bumi tersebut terjadi pada Kamis (3/9) pukul 06.46 WIB. Kesimpulan nihilnya ancaman gelombang tsunami didapatkan setelah BMKG menjalankan simulasi pemodelan pemantauan tsunami sesaat usai getaran terdeteksi.
Polisi Bongkar Sindikat Pengedar Tramadol di Jakpus, 1 Bandar Besar Ditangkap

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menjelaskan, hasil pemutakhiran parameter mencatat gempa memiliki kekuatan M6,2 dengan kedalaman hiposenter 119 kilometer. Pusat gempa atau episenter berada di laut pada koordinat 56,12 derajat Lintang Selatan dan 27,85 derajat Bujur Barat, atau berjarak sekitar 2.008 kilometer tenggara Stanley, Kepulauan Falkland.
Berdasarkan kedalaman hiposenternya, gempa di Kepulauan Sandwich Selatan ini diklasifikasikan sebagai gempa bumi menengah. Aktivitas seismik tersebut dipicu oleh proses subduksi antara Lempeng Amerika Selatan yang menghunjam ke bawah Lempeng Sandwich. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan deformasi batuan terjadi dengan pola pergerakan naik atau thrust fault.
Di Antara Puing Kebakaran, Warga Sade Merajut Asa Lewat Tradisi Nyemulak

Atas kejadian gempa di kawasan Samudra Atlantik bagian selatan ini, BMKG mengimbau masyarakat Indonesia, terutama warga yang tinggal di kawasan pesisir pantai, untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh isu-isu yang belum terverifikasi kebenarannya.






