Fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan kini semakin banyak diambil alih oleh elemen sipil, terutama ketika fungsi kontrol dari parlemen dinilai tidak berjalan secara maksimal. Pengamat komunikasi, Usman Kansong, menegaskan bahwa tugas pengawasan ini secara aktif dilakoni oleh media massa, lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta para pengamat. Dalam konteks ini, elemen-elemen tersebut hadir secara langsung untuk merepresentasikan suara publik. Tujuan utama dari kontrol sosial yang mereka lakukan murni demi kepentingan rakyat Indonesia secara luas, dan sama sekali bukan untuk melayani kepentingan bangsa lain atau pihak asing.
Untuk memperjelas pandangannya, Usman memberikan satu contoh konkret terkait pemberitaan mengenai fasilitas umum. Ketika media massa menampilkan foto-foto bangunan sekolah yang rusak, niat utamanya adalah agar pemerintah segera menyadari kondisi tersebut dan memperbaiki fasilitas pendidikan yang terbengkalai. Melalui keterangan tertulisnya yang disampaikan kepada Media Indonesia pada Senin (27/7), Usman menyatakan bahwa pemerintah semestinya berterima kasih kepada media atas informasi tersebut. Publikasi visual itu membuat pemerintah dan masyarakat luas mengetahui fakta di lapangan bahwa, kendati puluhan ribu sekolah rusak telah berhasil diperbaiki, masih banyak infrastruktur pendidikan yang terlewat dari program perbaikan.








