Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan SosialPopuler
Beranda/Politik

Dinamika Pengawasan Publik dan Respons Pemerintah Terhadap Kritik

Yolanda TobanDiterbitkan 27 Jul 2026 - 23.39 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Dinamika Pengawasan Publik dan Respons Pemerintah Terhadap Kritik
Foto/Ilustrasi: Media Indonesia
A-A+

Fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan kini semakin banyak diambil alih oleh elemen sipil, terutama ketika fungsi kontrol dari parlemen dinilai tidak berjalan secara maksimal. Pengamat komunikasi, Usman Kansong, menegaskan bahwa tugas pengawasan ini secara aktif dilakoni oleh media massa, lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta para pengamat. Dalam konteks ini, elemen-elemen tersebut hadir secara langsung untuk merepresentasikan suara publik. Tujuan utama dari kontrol sosial yang mereka lakukan murni demi kepentingan rakyat Indonesia secara luas, dan sama sekali bukan untuk melayani kepentingan bangsa lain atau pihak asing.

Untuk memperjelas pandangannya, Usman memberikan satu contoh konkret terkait pemberitaan mengenai fasilitas umum. Ketika media massa menampilkan foto-foto bangunan sekolah yang rusak, niat utamanya adalah agar pemerintah segera menyadari kondisi tersebut dan memperbaiki fasilitas pendidikan yang terbengkalai. Melalui keterangan tertulisnya yang disampaikan kepada Media Indonesia pada Senin (27/7), Usman menyatakan bahwa pemerintah semestinya berterima kasih kepada media atas informasi tersebut. Publikasi visual itu membuat pemerintah dan masyarakat luas mengetahui fakta di lapangan bahwa, kendati puluhan ribu sekolah rusak telah berhasil diperbaiki, masih banyak infrastruktur pendidikan yang terlewat dari program perbaikan.

Lebih jauh, Usman menyoroti bahwa media massa sebenarnya sedang menjalankan amanat konstitusi negara, yaitu memenuhi hak rakyat untuk mendapatkan informasi yang akurat serta pendidikan yang layak. Oleh karena itu, ia menyayangkan respons negatif yang terkadang muncul dari pihak penguasa. Ia secara spesifik mengkritik tindakan presiden yang melabeli media, pengamat, dan LSM dengan sebutan "londo ireng". Istilah londo ireng sendiri merupakan sebutan historis yang ditujukan bagi orang-orang Indonesia yang memilih untuk berperang membela penjajah di masa lalu. Usman kembali menekankan bahwa elemen sipil tersebut bekerja sepenuhnya untuk kepentingan rakyat, bukan untuk kepentingan asing.

Baca Juga

Pasar Repaint Motor Berkembang, Pilihan Warna dan Finishing Makin Beragam

Pasar Repaint Motor Berkembang, Pilihan Warna dan Finishing Makin Beragam

Penggunaan istilah bernada negatif tersebut dinilai Usman sebagai bentuk komunikasi ad hominem, di mana pemerintah justru menyerang pribadi atau eksistensi media, LSM, dan pengamat secara langsung. Alih-alih melakukan serangan balik, pemerintah didorong untuk lebih membuka diri terhadap berbagai masukan. Usman menyarankan agar setiap kritik direspons dengan tindakan nyata, seperti memperbaiki sekolah yang rusak, serta menggunakan pendekatan komunikasi yang mengedepankan nilai etik, empatik, dan simpatik.

Dinamika ketegangan komunikasi ini juga tecermin dari sejumlah pernyataan pejabat tinggi negara. Presiden Prabowo Subianto, misalnya, sempat melontarkan pernyataan yang menyebut bahwa pihak-pihak yang terus bersikap nyinyir merupakan kelompok yang sengaja dibayar untuk menciptakan kegaduhan di tengah masyarakat. Sebagai jawaban atas berbagai kritik dan keraguan tersebut, presiden menegaskan komitmen pemerintahannya untuk mewujudkan target swasembada pangan pada tahun 2025 mendatang.

Baca Juga

Menkop Ajak Mahasiswa Jadikan Koperasi sebagai Wadah Usaha Kolektif dan Inovasi Ekonomi

Menkop Ajak Mahasiswa Jadikan Koperasi sebagai Wadah Usaha Kolektif dan Inovasi Ekonomi

Di sisi lain, pendekatan yang lebih moderat ditunjukkan oleh Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai. Ia menegaskan bahwa kritik publik bukanlah sebuah tindak pidana. Oleh sebab itu, Pigai menyatakan bahwa laporan hukum yang dilayangkan terhadap akademisi Feri Amsari tidak perlu lagi dibawa lebih jauh ke ranah hukum. Menteri HAM tersebut memandang bahwa berbagai persoalan dan silang pendapat yang muncul saat ini harus dijadikan sebagai momentum penting bagi seluruh elemen untuk mendewasakan diri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kendati demikian, tantangan di lapangan menunjukkan bahwa ruang untuk menyampaikan pendapat masih diwarnai oleh risiko keamanan. Kritik yang ditujukan kepada pemerintah terkait penanganan bencana di wilayah Sumatra, misalnya, justru berujung pada tindakan teror. Sejumlah konten kreator dan aktivis dilaporkan mengalami ancaman serius hingga praktik doxing akibat suara kritis mereka. Di tengah situasi ini, penguatan patroli disebut menjadi bagian dari upaya untuk menjaga keamanan masyarakat. Menyikapi maraknya penyampaian pendapat di ruang publik, DPP Gemura turut menegaskan bahwa berbagai aspirasi yang disuarakan oleh mahasiswa merupakan bagian integral dari hak demokratis yang dijamin secara penuh oleh konstitusi.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

DemokrasiKebebasan BerpendapatKritik PemerintahMedia MassaHak Asasi Manusia

Berita Terbaru Lainnya

Pasar Repaint Motor Berkembang, Pilihan Warna dan Finishing Makin BeragamAnti Wacana! Ini 5 Langkah Cerdas Wujudkan Rencana Liburan Akhir TahunMembaca Keberlanjutan Fiskal dari Sri Mulyani, Purbaya, hingga SuahasilBos Antam Khawatir Konsumen Kabur Imbas Wajib Lapor ke Kantor PajakMenkop Ajak Mahasiswa Jadikan Koperasi sebagai Wadah Usaha Kolektif dan Inovasi EkonomiTimah Jadi Komoditas Pertama yang Diperdagangkan di Bursa Mineral ICOMEXWamen ATR/BPN Pastikan Layanan Tetap Normal Usai OTT KPK Terkait Dugaan Suap HGBBeli Koper di METRO Bisa Dapat Asuransi Mega Life, Begini Caranya

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  3. 3Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan Sosial

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap