Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengajak kalangan mahasiswa dan generasi muda untuk memanfaatkan koperasi sebagai wadah usaha kolektif, pencipta lapangan kerja, sekaligus motor penggerak ekonomi daerah. Arahan tersebut disampaikan dalam acara Talkshow "Indonesia Punya Kamu" bertajuk Think Bigger, Build Together: Mahasiswa dan Masa Depan Koperasi Indonesia di Universitas Andalas, Padang, Selasa (15/9).
Ferry menegaskan bahwa program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dirancang langsung berdasarkan kebutuhan riil masyarakat di lapangan, bukan sekadar kajian akademis formal. Melalui skema tersebut, potensi generasi muda diharapkan dapat terintegrasi dengan penguatan ekonomi kerakyatan.
Dalam rancangannya, KDKMP disiapkan untuk memegang sejumlah fungsi strategis di tingkat desa dan kelurahan. Entitas ini akan beroperasi sebagai pusat distribusi barang-barang bersubsidi sekaligus bertindak sebagai penyerap atau offtaker bagi produk-produk UMKM desa. Selain fungsi ekonomi, KDKMP diamanatkan menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menyalurkan program bantuan sosial, seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).
Pasar Repaint Motor Berkembang, Pilihan Warna dan Finishing Makin Beragam

Dorong Hilirisasi Riset Kampus dan Digitalisasi
Kementerian Koperasi terus mendorong pembenahan tata kelola dan percepatan digitalisasi agar koperasi tidak lagi identik hanya dengan unit simpan pinjam semata. Lembaga koperasi diarahkan merambah sektor-sektor produktif, mulai dari rantai produksi, jaringan distribusi logistik, hingga industri kreatif berbasis riset.
Peluang integrasi riset perguruan tinggi dengan model bisnis koperasi tecermin dari capaian Universitas Andalas. Kampus tersebut telah mengembangkan inovasi tinta organik berbahan baku tanaman gambir yang produksinya mencapai 1 juta botol pada 2024 serta digunakan di lebih dari 60 persen tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh Indonesia. Selain itu, riset bioteknologi kesehatan kampus ini telah menghasilkan lebih dari 35 produk reagen, termasuk alat tes cepat untuk TBC dan HIV yang kini dipasarkan melalui lokapasar dan e-katalog pemerintah.
Perluasan Ekosistem Koperasi Nasional
Langkah penguatan kelembagaan koperasi secara nasional terus berjalan di berbagai lini. Data mencatat sebanyak 15.845 unit koperasi telah menyelesaikan pembangunan fisik hingga 100 persen, mencakup fasilitas pergudangan, gerai ritel, dan perlengkapan operasional penunjang.
Anti Wacana! Ini 5 Langkah Cerdas Wujudkan Rencana Liburan Akhir Tahun

Di sektor maritim, Kementerian Koperasi memfasilitasi pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) berbasis koperasi di wilayah pesisir, termasuk Provinsi Kalimantan Selatan. Kolaborasi juga dijalin bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk memperkuat kapasitas usaha mikro binaan, terutama bagi kelompok mustahik.
Sebelumnya, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menegaskan komitmen pemerintah untuk menempatkan koperasi sebagai instrumen utama pembangunan dalam rangka mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.






