Hasil penelusuran tim SAR gabungan terhadap rekaman video viral yang memperlihatkan objek mirip kapal terbalik di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau dinyatakan nihil. Petugas tidak menemukan keberadaan benda maupun tanda-tanda kapal sebagaimana yang terlihat dalam unggahan di media sosial.
Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, menegaskan bahwa tim SAR gabungan langsung bergerak menuju titik yang dilaporkan untuk melakukan pengecekan ulang. Pemeriksaan lokasi dilakukan dengan mengerahkan armada Rigid Inflatable Boat (RIB) serta pantauan udara menggunakan drone.
Dalam proses verifikasi tersebut, kapal Sea Rider diterjunkan dan berada pada jarak sekitar 500 meter dari pesisir Gunung Anak Krakatau untuk menerbangkan drone. Berdasarkan pemantauan langsung dari jarak dekat, petugas memastikan tidak ada objek mencurigakan di area perairan tersebut.
Wanita Hamil 7 Bulan Tewas di Bekasi Usai Kencan Open BO MiChat

Al Amrad menjelaskan bahwa pernyataan nihil dikeluarkan karena objek yang diduga kapal terbalik sama sekali tidak tampak di lokasi saat dilakukan verifikasi. Perairan di sekeliling Gunung Anak Krakatau sendiri sebenarnya sudah berulang kali disisir karena masuk dalam sektor pencarian kapal KN SAR Tetuka.
Rekaman tersebut sebelumnya diunggah oleh konten kreator Andrea Ramadhan. Ia mengambil visual kondisi terkini Gunung Anak Krakatau menggunakan drone pada Minggu (13/9) lalu dan membagikannya ke kanal YouTube. Andrea mulanya tidak menyadari keberadaan objek aneh di sekitar pulau gunung api tersebut, hingga seorang warganet mengirimkan pesan langsung di akun Instagram miliknya. Setelah memeriksa kembali rekaman videonya, Andrea kemudian mengunggah ulang potongan gambar tersebut ke media sosial hingga menuai perhatian publik.
Mendikdasmen Sebut Revitalisasi Pascabanjir SMP Negeri 16 Medan Rampung

Pengecekan terhadap video viral ini berkaitan dengan operasi pencarian lima jurnalis dan awak kapal yang dilaporkan hilang sejak Senin (7/9). Memasuki hari ke-8 pencarian, tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran intensif untuk menemukan para korban yang belum diketahui keberadaannya.






