Antrean kendaraan logistik dan pengguna jasa di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menjadi fokus penanganan intensif akhir pekan ini. Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, memperkuat koordinasi lintas instansi sekaligus mengoptimalkan operasional armada penyeberangan guna mengurai kepadatan arus kendaraan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali tersebut.
Atas ketidaknyamanan yang dialami para pengguna jasa akibat kepadatan di kawasan pelabuhan, manajemen ASDP secara terbuka menyampaikan permohonan maaf. Langkah cepat terus diambil di lapangan untuk memulihkan kelancaran arus bongkar muat dan penyeberangan.
Faktor Pemicu Kepadatan Arus Kendaraan
Kepadatan di Pelabuhan Ketapang dipicu oleh kombinasi lonjakan volume angkutan dan penyesuaian infrastruktur dermaga. ASDP mencatat volume kendaraan logistik mengalami peningkatan sekitar 16 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada bulan sebelumnya.
Abu Vulkanik Anak Krakatau Meluas, Warga Diminta Terus Pantau Kualitas Udara

Di saat bersamaan, satu pasang dermaga di lintas Ketapang dan Gilimanuk untuk sementara waktu tidak dapat dioperasikan secara penuh. Fasilitas dermaga tersebut tengah menjalani pekerjaan peningkatan kapasitas beban hingga 50 ton, sebagai bagian dari kesiapan infrastruktur jangka panjang menyambut periode angkutan Natal, Tahun Baru, serta Idul Fitri 2027.
Selain itu, dinamika layanan penyeberangan di Pelabuhan Tanjung Wangi turut memicu sebagian kendaraan logistik beralih menuju Pelabuhan Ketapang, sehingga menambah beban antrean di area parkir pelabuhan.
Erupsi Anak Krakatau, BMKG Sebut Peluang Muncul Tsunami di Bawah 40 Persen

Penambahan Armada dan Pengaturan Lintasan
Untuk mempercepat aliran kendaraan, ASDP telah mengoptimalkan pola operasi 23 kapal di lintasan Ketapang鈥揋ilimanuk sejak Sabtu (5/9). Upaya tersebut kemudian diperkuat dengan pengerahan dua unit kapal tambahan, yakni KMP Jatra I dan KMP Portlink 0, pada Minggu (6/9).
Heru menjelaskan bahwa KMP Jatra I dan KMP Portlink 0 telah diberangkatkan menuju Tanjung Wangi pada Sabtu (5/9) dan dijadwalkan tiba pada Selasa (8/9). Setibanya di lokasi, KMP Jatra I akan langsung dialokasikan untuk memperkuat daya angkut di penyeberangan Ketapang鈥揋ilimanuk. Sementara itu, KMP Portlink 0 akan difungsikan melayani rute Tanjung Wangi鈥揕embar melalui Pelabuhan Gili Mas guna mengurai kepadatan kendaraan lintas pulau.






