Warga terdampak gempa bumi di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk masyarakat di desa terpencil seperti Desa Sisir dan Pong Lengor di Flores yang sempat bertahan di tenda mandiri, kini mulai menerima rangkaian bantuan kemanusiaan dan program pemulihan penghidupan secara bertahap.
Penyaluran bantuan logistik darurat terus dilakukan guna mencukupi kebutuhan pokok warga di pengungsian. Pasokan yang didistribusikan meliputi sembako, makanan kaleng, obat-obatan, susu, popok bayi, pakaian dewasa dan anak-anak, hingga perlengkapan berteduh seperti terpal dan matras. Selain pemenuhan kebutuhan fisik, pendampingan psikososial juga diberikan. Polres Manggarai Barat bersama BKO Tim Psikologi Polda Jawa Tengah diterjunkan untuk memberikan layanan trauma healing kepada anak-anak terdampak guna memulihkan kondisi emosional pascabencana. Dukungan kemanusiaan untuk korban gempa NTT ini juga dihimpun melalui ajang Final Soekarno Cup 2026 yang berlangsung di GBT Surabaya.
BULOG Percepat Bantuan Beras hingga Pelosok Papua dan Maluku

Memasuki fase pemulihan berkelanjutan, upaya difokuskan pada pemulihan roda ekonomi warga. Amartha Empower menggalang dukungan melalui kampanye "Solidaritas untuk NTT" guna membantu kebutuhan darurat sekaligus memfasilitasi kebangkitan usaha masyarakat lokal. Amartha sendiri mencatat memiliki 59 ribu mitra di wilayah NTT yang terkonsentrasi di tiga kabupaten, yakni Manggarai, Ngada, dan Sikka.
Berdasarkan data lapangan Amartha, sebanyak 64 persen mitra di daerah terdampak dinilai masih memiliki unit usaha yang berpotensi untuk pulih. Sejak 2023, lembaga tersebut telah memberdayakan lebih dari 155 ribu pengusaha ultra mikro perempuan di kawasan NTT.
Pelni Distribusikan 34,8 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT di Maumere

Head of Amartha Empower, Gigih Septianto, menyampaikan bahwa hasil asesmen lapangan akan menjadi dasar penentuan dukungan tahap lanjutan. Bantuan terarah ini disiapkan untuk memastikan aktivitas usaha dan perdagangan masyarakat kembali berjalan, mencakup fasilitasi akses pasar, transportasi, perbaikan irigasi, hingga pemulihan rantai pasok lokal.






