Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Semeru kian membayangi warga Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang memetakan keberadaan titik api baru yang kini hanya berjarak sekitar 1 kilometer dari permukiman warga, atau sekitar 400 meter dari Pos 1 jalur pendakian.
Kepala BPBD Lumajang Isnugroho menegaskan bahwa situasi ini menuntut kewaspadaan penuh dari seluruh pihak. Kondisi cuaca dan arah angin yang sewaktu-waktu dapat berubah dinilai memperbesar potensi ancaman rambatan api ke wilayah hunian.
Polres Bogor Bongkar Peredaran Merkuri untuk Tambang Ilegal, 4 Orang Ditangkap

Proses pemadaman menghadapi kendala berat akibat medan lereng yang curam dan hembusan angin kencang. Tim gabungan berupaya menembus area lereng ekstrem dengan metode manual, seperti gepyok dan alat semprot air, sambil mengangkut suplai air secara langsung dari Ranupani. Di sisi lain, operasi bantuan udara memakai helikopter water bombing berulang kali terhenti akibat terhalang kabut tebal dan angin kencang.
Saat ini, kepulan asap terpantau bertiup ke arah barat menuju kawasan Ranu Kumbolo sehingga belum berdampak langsung ke area permukiman. Meski demikian, potensi bahaya kebakaran tetap diwaspadai secara ketat.
Gempa NTT, 3.645 Warga Sikka Masih Mengungsi, Mayoritas di Palue

Sebagai langkah antisipasi dan demi kelancaran operasi pemadaman, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) telah menutup penuh seluruh akses pendakian menuju Ranu Kumbolo. Petugas mengimbau warga agar tidak melakukan tindakan pemadaman mandiri tanpa arahan ahli, segera melaporkan kemunculan kepulan asap baru, serta hanya memercayai informasi resmi dari instansi berwenang.






