Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral NewsBerita UtamaNewsPopuler
Beranda/Nasional

DPR Desak Sanksi Tegas Terkait Dugaan Nakes Hina Pasien BPJS

Uria KilaDiterbitkan 6 Agu 2026 - 07.16 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
DPR Desak Sanksi Tegas Terkait Dugaan Nakes Hina Pasien BPJS
Foto/Ilustrasi: news.detik.com.
A-A+

Kasus dugaan perundungan atau penghinaan oleh oknum yang diduga tenaga kesehatan terhadap pasien BPJS Kesehatan kini menjadi perhatian serius di tingkat parlemen. Anggota Komisi IX DPR RI, Ashabul Kahfi, mendesak adanya tindakan serta sanksi tegas jika tuduhan tersebut terbukti benar. Reaksi keras ini muncul setelah mencuatnya keluhan seorang pasien yang harus menunggu hingga berjam-jam demi mendapatkan ruang perawatan, namun justru mendapat respons negatif di media sosial.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral News
Sorotan publik bermula ketika seorang pasien bernama Yurizal Tri Chaerawan membagikan pengalaman kurang menyenangkan yang dialaminya. Melalui akun Threads @yurizaltrich pada 22 Juli 2026, Yurizal mengungkapkan keluhannya mengenai waktu tunggu pelayanan rumah sakit yang dinilai sangat lama. '8 jam blm dpt ruangan. Gamau spill RS nya, soalnya gue pake bpjs,' tulis Yurizal dalam unggahan tersebut. Saat menuliskan keluhannya, Yurizal sengaja tidak menyebutkan nama rumah sakit tempat dirinya sedang menjalani perawatan.

Unggahan tersebut kemudian memicu berbagai respons dari para pengguna media sosial. Namun, di tengah simpati yang mengalir, muncul komentar-komentar yang dinilai tidak pantas dan menyudutkan pasien. Beberapa akun bahkan melontarkan komentar sarkastis dengan menyarankan agar Yurizal dipindahkan ke ruang jenazah agar bisa mendapatkan ruangan dengan lebih cepat. Berdasarkan penelusuran profil media sosial para komentator tersebut, sejumlah akun diduga kuat milik tenaga kesehatan, mulai dari dokter hingga perawat. Walau demikian, hingga saat ini identitas serta profesi sebenarnya dari para pemilik akun tersebut masih dalam tahap penelusuran dan belum sepenuhnya terverifikasi.

Baca Juga

Jadwal Playoff Games of the Future MLBB 2026, Dua Wakil Indonesia Lolos ke Perempat Final

Jadwal Playoff Games of the Future MLBB 2026, Dua Wakil Indonesia Lolos ke Perempat Final

Situasi ini berkembang menjadi berita duka ketika Yurizal dilaporkan meninggal dunia pada 31 Juli 2026. Kabar wafatnya Yurizal pertama kali disebarkan oleh sepupunya melalui platform media sosial. Kabar duka ini seketika membuat unggahan lama Yurizal kembali viral di jagat maya, sekaligus memicu kemarahan publik atas komentar-komentar miring yang sempat ditujukan kepada almarhum saat masih berjuang mendapatkan perawatan.

Menanggapi ramainya pemberitaan tersebut, Anggota Komisi IX DPR Ashabul Kahfi memberikan tanggapannya saat dihubungi pada Kamis, 6 Agustus 2026. Dalam kesempatan itu, Ashabul pertama-tama menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas meninggalnya Yurizal Tri Chaerawan. Ia juga sangat menyayangkan adanya dugaan tindakan tidak terpuji dari pihak-pihak yang seharusnya memberikan pelayanan dan empati kepada pasien.

Baca Juga

KSAU dan Kepala Staf Angkatan Udara Australia Lakukan Penerbangan Formasi Bersama di Darwin

KSAU dan Kepala Staf Angkatan Udara Australia Lakukan Penerbangan Formasi Bersama di Darwin

Ashabul secara khusus meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) serta pemangku kepentingan terkait untuk segera memverifikasi kebenaran identitas para pemilik akun yang diduga menghina pasien tersebut. Langkah awal ini penting untuk memastikan apakah mereka benar-benar bagian dari tenaga kesehatan yang terikat kode etik profesi atau bukan. Apabila hasil verifikasi membuktikan bahwa mereka adalah tenaga kesehatan, Ashabul mendesak agar diberikan sanksi yang berat dan tegas.

Selain masalah komentar di media sosial, legislator ini juga menyoroti sistem pelayanan rumah sakit yang menjadi akar permasalahan. Ia mendesak Kemenkes, BPJS Kesehatan, dinas kesehatan setempat, dan pihak manajemen rumah sakit untuk segera menelusuri kronologi lengkap pelayanan yang diberikan kepada Yurizal. Penyelidikan ini harus mencakup pemeriksaan ketersediaan tempat tidur pada hari kejadian, kondisi medis pasien saat tiba di rumah sakit, serta alasan konkret mengapa pasien harus menunggu sampai delapan jam sebelum mendapatkan kamar rawat inap. Upaya investigasi menyeluruh ini diharapkan dapat mengungkap fakta yang sebenarnya terjadi di lapangan secara transparan.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

dpr riKemenkesBPJS KesehatanTenaga Kesehatan

Berita Terbaru Lainnya

Jadwal Playoff Games of the Future MLBB 2026, Dua Wakil Indonesia Lolos ke Perempat FinalJadwal Moto3 Inggris 2026 di Silverstone dan Kiprah Veda Ega PratamaKSAU dan Kepala Staf Angkatan Udara Australia Lakukan Penerbangan Formasi Bersama di DarwinGubernur Yulius Selvanus Lantik Tiga Pejabat Eselon II Pemprov SulutSMPN 1 Nabire Kembalikan Siswa Tersangka Pembunuhan Adik Kelas kepada Orang TuaKenali Perbedaan Demam Biasa dan Mastitis pada Ibu MenyusuiPrakiraan Cuaca Jawa Tengah 6 Agustus 2026, Waspada Gelombang Tinggi dan KarhutlaTindak Lanjut Pertemuan Presiden Prabowo dan PM Modi, BPS dan MoSPI Sepakati Kerja Sama Penguatan Statistik

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

Berita

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  3. 3Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026
  4. 4Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  5. 5Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026Ketenagakerjaan 路 27 Jul 2026
Berita Utama
News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap