Sebanyak 59,30 persen pekerja di Indonesia saat ini didominasi oleh sektor informal yang tergolong rentan. Di tengah situasi ketenagakerjaan tersebut, perlindungan dan dukungan terhadap kesehatan keluarga, khususnya ibu menyusui, menjadi perhatian penting dalam agenda pembangunan nasional. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Wihaji menegaskan bahwa upaya pencegahan stunting harus dilakukan secara menyeluruh. Pencegahan tersebut tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, melainkan juga harus menyentuh perbaikan kualitas lingkungan hidup. Terkait pembagian fokus ini, Muhaimin menekankan bahwa penetapan prioritas sasaran oleh pemerintah bukan berarti mengabaikan kelompok penerima manfaat lainnya yang juga membutuhkan perhatian.
Dalam proses menyusui, para ibu kerap menghadapi berbagai tantangan kesehatan fisik yang dapat menghambat pemberian ASI eksklusif. Salah satu figur publik, influencer Abel Cantika, sempat membagikan kisahnya mengenai drama payudara bengkak yang dialaminya saat menyusui anak kedua. Kondisi payudara bengkak dan demam sering kali menimbulkan kekhawatiran bagi para ibu baru, yang kerap mengaitkannya dengan gejala mastitis. Namun, tenaga medis mengingatkan agar para ibu tidak langsung berasumsi bahwa setiap demam saat menyusui merupakan tanda terjadinya infeksi tersebut.








