Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral NewsBerita UtamaNewsPopuler
Beranda/Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2026 Capai 5,29 Persen, Ekonom Soroti Ketimpangan Sektor Riil

Marthen PalutunganDiterbitkan 6 Agu 2026 - 09.35 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2026 Capai 5,29 Persen, Ekonom Soroti Ketimpangan Sektor Riil
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 dilaporkan berada di angka 5,29 persen secara tahunan (year-on-year). Walaupun angka ini tetap menunjukkan pertumbuhan yang positif di zona ekspansi, hasil tersebut memicu berbagai tanggapan dan kritik dari para pengamat ekonomi. Sorotan tajam bermula dari perbandingan terhadap kinerja ekonomi pada triwulan sebelumnya. Pada kuartal I 2026, ekonomi Indonesia tercatat mampu tumbuh sebesar 5,61 persen. Pelambatan laju pertumbuhan dari 5,61 persen menjadi 5,29 persen ini menimbulkan pertanyaan mendasar mengenai ketahanan momentum pemulihan serta efektivitas dorongan ekonomi nasional saat memasuki pertengahan tahun 2026.

Ekonom dari Universitas Airlangga (Unair), Rahma Gafmi, memberikan pandangannya secara mendalam terkait indikator makroekonomi tersebut. Rahma Gafmi berpendapat bahwa secara permukaan, capaian pertumbuhan ekonomi yang berada di atas angka 5 persen terlihat solid dan seolah telah sesuai dengan target psikologis yang ditetapkan oleh pemerintah. Namun, ia mengingatkan agar angka statistik ini tidak ditelaah hanya dari tampilan luarnya saja. Adanya penurunan kecepatan tumbuh jika dibandingkan dengan kuartal I 2026 mengindikasikan bahwa dinamika perekonomian nasional masih menyimpan sejumlah beban yang perlu diantisipasi secara cermat oleh para pembuat kebijakan.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral News

Dari sisi penopang Produk Domestik Bruto (PDB), struktur pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 masih bertumpu pada beberapa komponen pengeluaran utama. Komponen pengeluaran berupa konsumsi rumah tangga tercatat tetap menjadi kontributor terbesar bagi PDB nasional. Di samping konsumsi masyarakat, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi juga hadir sebagai salah satu motor penggerak utama perekonomian. Kinerja investasi ini terakselerasi berkat realisasi investasi dari berbagai proyek strategis maupun kontribusi sektor swasta yang menopang arus modal sepanjang semester I 2026.

Baca Juga

Pemerintah Siapkan Revisi Aturan Ekspor Mineral Terkait Logam Tanah Jarang

Pemerintah Siapkan Revisi Aturan Ekspor Mineral Terkait Logam Tanah Jarang

Kendati konsumsi rumah tangga dan investasi PMTB bertindak sebagai pilar utama pertumbuhan, distribusi dampak ekonomi tersebut dinilai belum berjalan secara berimbang. Rahma Gafmi dan para pengamat menyoroti bahwa dorongan pertumbuhan ekonomi belakangan ini kerap ditopang oleh sektor-sektor besar atau investasi tertentu yang bersifat padat modal (capital intensive). Karakteristik investasi padat modal ini membuat efek tetesannya (trickle-down effect) tidak dirasakan secara merata oleh sektor tenaga kerja padat karya. Akibat ketimpangan struktur dorongan ini, penyerapan tenaga kerja dan penciptaan nilai tambah di sektor padat karya belum maksimal.

Selain persoalan struktur investasi, kondisi di sektor riil juga menghadapi hambatan finansial. Ketatnya likuiditas perbankan serta dinamika suku bunga yang masih berlangsung terus menjadi tantangan utama bagi pelaku usaha di sektor riil. Tekanan ini berdampak langsung hingga ke level akar rumput (grassroot), di mana beban hidup kelompok masyarakat kelas menengah ke bawah terasa semakin nyata. Tekanan pada masyarakat tersebut dipicu oleh kombinasi transisi harga, tingginya biaya hidup, serta efek dari normalisasi musiman pasca-Idulfitri yang biasanya meredam laju perputaran uang di tengah masyarakat.

Baca Juga

Rasio Gini Naik pada Maret 2026, Pemerintah Siapkan Strategi Tekan Ketimpangan

Rasio Gini Naik pada Maret 2026, Pemerintah Siapkan Strategi Tekan Ketimpangan

Melihat kompleksitas tantangan di sektor riil dan melambatnya laju PDB pada kuartal II 2026, upaya pemerintah untuk mengejar target ekonomi rata-rata setahun penuh dinilai menghadapi tantangan sangat berat. Apabila pemerintah ingin mencapai rata-rata pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen untuk sepanjang tahun 2026, pemerintah harus memutar gas lebih kencang pada semester II 2026. Namun, pencapaian target 6 persen tersebut dinilai sangat berat untuk direalisasikan tanpa pembenahan serius terhadap ketatnya likuiditas perbankan, dinamika suku bunga, serta dorongan nyata bagi sektor padat karya dan masyarakat kelas menengah ke bawah.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

pertumbuhan ekonomiSektor RiilPDBRahma GafmiUniversitas Airlangga

Berita Terbaru Lainnya

Wall Street Ditutup Bervariasi, Saham SpaceX Merosot 14 PersenPermintaan Isuzu Traga AC Melonjak Tinggi, PT IAMI Pacu Kapasitas ProduksiKali Bekasi Tercemar Berat, DLH Kota Bekasi Desak Penanganan Lintas Daerah dan Imbau Warga WaspadaPemerintah Siapkan Revisi Aturan Ekspor Mineral Terkait Logam Tanah JarangRasio Gini Naik pada Maret 2026, Pemerintah Siapkan Strategi Tekan KetimpanganEkonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen di Kuartal II 2026, Belanja Pemerintah dan Investasi Jadi PenopangPolda Sumbar Segera Gelar Sidang Etik AKBP F Terkait Dugaan Pelecehan PolwanPemerintah Pastikan Situasi Keamanan Terkendali di Tengah Isu Demo Agustus

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

Berita

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  3. 3Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026
  4. 4Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  5. 5Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026Ketenagakerjaan 路 27 Jul 2026
Berita Utama
News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap