Rencana Marselus Bobii (40) untuk kembali ke Papua Tengah harus tertunda selama berhari-hari. Ia terpaksa menghabiskan dua malam di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) demi menanti kejelasan jadwal penerbangannya yang terganggu.
Marselus sudah berada di bandara sejak Sabtu pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Berdasarkan jadwal semula, pesawat yang akan ditumpanginya direncanakan lepas landas pada pukul 12.45 WIB. Namun, penerbangan tersebut ditunda akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang memicu gangguan lalu lintas udara secara luas hingga berujung penutupan operasional sementara Bandara Soetta sampai Senin (7/9/2026) pukul 18.00 WIB.
Marselus memilih tetap bertahan di area terminal bandara lantaran biaya penginapan di sekitar bandara dirasa cukup memberatkan. Selama dua malam menunggu di lokasi, ia mengaku tidak mendapatkan fasilitas akomodasi seperti makanan atau tempat istirahat dari pihak maskapai penerbangan.
BMKG Ungkap Hasil Pantauan Muka Air Laut dan Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda

Opsi pengembalian dana tiket juga tidak memberikan solusi instan. Saat hendak mengurus pembatalan, Marselus mendapati bahwa proses pencairan dana memerlukan waktu yang cukup panjang. Berdasarkan surat keterangan yang ia terima di bandara, waktu tunggu pengembalian dana tiket diperkirakan mencapai 21 hari.
Kendala Layanan Refund Penumpang
Ketidakpastian serupa dialami oleh Ratna Indraswari (40), penumpang dengan tujuan Palangkaraya. Upayanya untuk memproses pengembalian dana secara langsung di konter bandara tidak membuahkan hasil seketika.
Wamendagri Tegaskan Pemda Tak Boleh Kuasai Tanah Ulayat secara Sepihak

Ratna menyampaikan bahwa petugas konter check-in mengarahkannya untuk mengajukan permohonan pengembalian dana secara daring. Dari informasi yang diterimanya, proses pengembalian dana secara daring tersebut membutuhkan waktu maksimal 7 hari hingga dana masuk kembali.
Selain proses daring, masalah administratif lain turut menimpa rekan seperjalanan Ratna. Meski penerbangan nyata-nyata dibatalkan, status tiket milik rekannya tercatat telah berangkat di dalam sistem maskapai. Hal ini membuat status tiket tersebut belum dapat dipastikan apakah masih bisa diproses pengembaliannya atau hangus.






