Pemerintah memutuskan untuk kembali memperpanjang penutupan operasional Bandara Soekarno-Hatta hingga pukul 24.00 WIB. Langkah tersebut diambil menyusul dampak sebaran abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memantau langsung sebaran abu vulkanik di lokasi dan mengumumkan perpanjangan penutupan tersebut di Posko Terpadu Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta. Ia menjelaskan bahwa perpanjangan penutupan bandara diputuskan setelah menerima informasi terkini mengenai pergerakan angin dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Berdasarkan pantauan BMKG per jam 5 lewat, kondisi debu vulkanik yang pada siang hari terbawa angin ke arah barat kini bergeser mengarah ke timur dengan kecepatan 5 knot. Menhub menegaskan bahwa keputusan menghentikan sementara operasional bandara ini murni dilakukan demi menjaga keamanan dan keselamatan para penumpang.
Hadapi Abu Anak Krakatau, Seskab Teddy Ingatkan Warga Pakai Masker N95

Arahan Presiden Prabowo Subianto Terkait Dampak Erupsi
Menyikapi perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau, Presiden Prabowo Subianto mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Imbauan ini secara khusus ditujukan kepada warga yang berada di wilayah Jakarta, Banten, Lampung, serta kawasan di sekitar Selat Sunda.
Melalui keterangan di akun resmi @presidenrepublikindonesia pada Minggu (6/9/2026), Presiden meminta warga untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah maupun petugas di lapangan serta tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau.
Seskab Teddy, Penerbangan Menuju Jakarta Dialihkan ke Kertajati

Presiden Prabowo juga telah menginstruksikan seluruh jajaran terkait, yang meliputi BNPB, BMKG, TNI, Polri, pemerintah daerah, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, serta kementerian dan lembaga lainnya. Seluruh instansi tersebut diminta terus memantau perkembangan situasi, memastikan seluruh unsur kesiapsiagaan berjalan optimal, serta segera memberikan perlindungan dan bantuan yang dibutuhkan oleh masyarakat.
Bagi warga di wilayah yang terdampak sebaran abu vulkanik, Presiden mengingatkan agar tetap menjaga kesehatan dengan menggunakan masker atau pelindung pernapasan. Selain itu, masyarakat diminta untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi paparan abu vulkanik tergolong cukup pekat.






