Maskapai penerbangan Garuda Indonesia membatalkan seluruh jadwal penerbangan dari dan menuju Jakarta, Bandung, serta Lampung akibat dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Pembatalan operasional penerbangan ini diberlakukan sejak Minggu (6/9/2026) dan diperpanjang hingga Senin (7/9/2026) pukul 12.00 WIB.
Langkah pembatalan tersebut diambil oleh manajemen Garuda Indonesia menyusul adanya perpanjangan penutupan sementara di sejumlah bandara yang berada pada jaringan rute penerbangan perseroan. Sejumlah bandara yang terdampak langsung oleh kebijakan penutupan rute ini meliputi Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Bandara Husein Sastranegara di Bandung, serta Bandara Radin Inten II di Lampung.
Pemeriksaan Armada dan Skema Pemulihan
Selain membatalkan penerbangan, pihak Garuda Indonesia melaksanakan serangkaian pemeriksaan teknis terhadap pesawat-pesawat yang berada di kawasan terdampak abu vulkanik. Pemeriksaan menyeluruh ini bertujuan memastikan setiap armada yang nantinya dioperasikan kembali telah memenuhi standar keselamatan dan kelaikudaraan secara ketat. Seluruh aktivitas penerbangan Garuda Indonesia akan dioperasikan kembali secara bertahap setelah bandara tujuan maupun keberangkatan dinyatakan aman oleh otoritas penerbangan terkait.
Seskab Teddy, Penerbangan Menuju Jakarta Dialihkan ke Kertajati

Bagi para calon penumpang yang penerbangannya terdampak oleh pembatalan ini, maskapai Garuda Indonesia menyediakan opsi penyesuaian berupa pengubahan jadwal terbang (reschedule) atau pengajuan pengembalian dana penuh (refund) sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Proses pengajuan perubahan jadwal maupun refund tersebut dapat dilakukan oleh penumpang hingga batas waktu 14 September 2026.
Dampak Abu Vulkanik pada Enam Bandara
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau secara keseluruhan berdampak pada enam bandara di area Tangerang, Jakarta, Bandung, dan Lampung. Keenam fasilitas penerbangan tersebut mencakup Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Husein Sastranegara, Radin Inten II, Pondok Cabe, serta Kertajati.
Sekolah Terdampak Abu Anak Krakatau Bisa Belajar dari Rumah

Menhub menegaskan bahwa seluruh penerbangan pada enam bandara yang terdampak tersebut diputuskan untuk dibatalkan demi alasan keselamatan. Sementara itu, rincian data menyeluruh terkait jumlah total penerbangan yang mengalami pembatalan di seluruh bandara terdampak akan disampaikan lebih lanjut oleh pihak Angkasa Pura.






