Kecelakaan laut menimpa Kapal Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa saat sedang menempuh perjalanan dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Minggu (13/9/2026). Hantaman ombak keras pada lambung kanan diduga menjadi pemicu utama kapal mengalami kemiringan tajam hingga akhirnya tenggelam.
Berdasarkan data manifes kapal, Virgo Transport 8 membawa total 243 orang saat berlayar, yang terdiri atas 213 penumpang dan 30 kru kapal.
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso mengungkapkan bahwa informasi awal terkait penyebab kecelakaan diperoleh langsung dari nakhoda kapal saat proses koordinasi operasi SAR. Ombak yang menghantam lambung kanan secara intens menyebabkan stabilitas kapal terganggu hingga posisinya miring dan hilang kontak.
107 Penumpang KMP Virgo Selamat, Ini Kronologi Kejadiannya

Hingga laporan perkembangan terkini pada pukul 15.30 WIB, tim SAR gabungan telah berhasil mengevakuasi 104 orang dari perairan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 98 orang dievakuasi dalam kondisi selamat, sedangkan enam orang lainnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Saat ini, sebanyak 129 orang masih belum ditemukan dan berada dalam status pencarian.
Proses evakuasi para korban selamat dan meninggal dunia dibantu oleh sejumlah kapal yang berada di sekitar rute perlintasan Laut Jawa. KM Haida menyelamatkan korban selamat terbanyak, yakni mencapai 69 orang. Kapal nelayan Cahaya Bahari turut mengevakuasi 22 korban selamat yang selanjutnya dipindahkan ke Kapal Intandaya. Selain itu, satu korban selamat lainnya berhasil dievakuasi oleh Kapal Nelayan Sri Asih.
Temuan Terbaru Kasus Pria Ditemukan Tewas di Area GBK

Sementara itu, kapal tunda TB Mauhaw mengevakuasi 16 orang dengan rincian 15 orang selamat dan satu orang meninggal dunia. Kapal tunda lainnya, TB TCP, mengevakuasi enam orang yang terdiri atas satu korban selamat dan lima korban meninggal dunia.
Basarnas terus mengintensifkan operasi pencarian dan pertolongan untuk menyisir 129 korban yang masih hilang. Upaya penyelamatan dilakukan secara terpadu dengan mengerahkan berbagai unsur armada laut maupun pemantauan udara di sekitar titik koordinat kecelakaan.






