Wacana pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day (CFD) selama dua hari sepekan, yakni Sabtu dan Minggu, mulai bergulir di DKI Jakarta. Gagasan yang diusulkan oleh Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat ini ditujukan untuk menekan tingkat polusi udara di ibu kota.
Gubernur Jakarta Pramono Anung menyatakan usulan pelaksanaan CFD pada akhir pekan tersebut tengah dibahas di internal Balai Kota. Pramono menilai wacana tersebut cukup rasional, terlebih saat ini lokasi CFD di Jakarta tidak hanya terpusat di kawasan Sudirman-Thamrin dan Rasuna Said, melainkan sudah tersedia di setiap kota administrasi.
Menanggapi rencana perluasan jadwal tersebut, Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP, Dwi Rio Sambodo, menyatakan dukungannya. Kendati mendukung, Rio mewanti-wanti Pemprov DKI Jakarta agar mempersiapkan seluruh aspek teknis secara matang sebelum kebijakan diberlakukan.
Kebakaran Ruko di Asemka Jakbar dalam Proses Pendinginan

Rio menekankan bahwa Dinas Perhubungan dan pihak terkait wajib menyusun rekayasa lalu lintas yang fleksibel dan adaptif. Skema pengaturan jalan tersebut dapat berupa pengalihan arus bertahap, optimalisasi lampu lalu lintas, hingga penerapan sistem satu arah sementara di sejumlah titik tertentu.
Menurut Rio, skema rekayasa lalu lintas tersebut wajib disosialisasikan lebih awal kepada publik. Langkah sosialisasi dinilai krusial agar masyarakat umum dan pelaku usaha dapat menyesuaikan pola aktivitas mereka, sehingga pelaksanaan CFD tidak memicu gesekan atau konflik berkepanjangan dengan pengguna jalan lain.
Guna memastikan operasional berjalan tertib, Rio menyarankan pembentukan tim terpadu yang beranggotakan Dishub, kepolisian, dan unsur masyarakat. Tim ini bertugas melakukan pemantauan langsung di lapangan serta menjalankan evaluasi berkala yang berpijak pada data riil.
Ratusan Orang Ditangkap terkait Kebakaran Hutan, Motifnya Tak Terduga

Evaluasi pelaksanaan CFD, lanjut Rio, semestinya melibatkan berbagai pihak terkait secara aktif, mulai dari komunitas pengguna jalan, pelaku usaha di sekitar jalur, warga terdampak, hingga masyarakat peserta CFD.
Rio menilai potensi manfaat CFD dua hari sepekan tidak boleh dikesampingkan hanya karena persoalan teknis lalu lintas yang sejatinya dapat diatur. Selain berkontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat dan penurunan polusi udara, kegiatan bebas kendaraan bermotor dinilai memberi dampak positif bagi ruang interaksi publik, pergerakan UMKM, lingkungan, pendidikan, serta kebudayaan.






