Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasiKeuanganSainsEdukasiManajemenReligiBerita NasionalBerita DaerahBerita BudayaHukum & KriminalBeritaKetenagakerjaanPertanianEkonomi dan BisnisEkonomi & BisnisPopuler
Beranda/Ekonomi

Harga CPO dan Batu Bara Melemah Saat Timah Naik Tipis

Wahyu SuryaniDiterbitkan 28 Jul 2026 - 12.35 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Harga CPO dan Batu Bara Melemah Saat Timah Naik Tipis
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Pergerakan pasar komoditas global pada penutupan perdagangan Senin (27/7) didominasi oleh pelemahan harga di berbagai sektor penting, mulai dari energi hingga minyak nabati. Mayoritas komoditas mengalami koreksi nilai, dengan tekanan jual yang melanda pasar batu bara, nikel, serta minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO). Di tengah tren penurunan yang meluas tersebut, komoditas timah menjadi pengecualian tunggal dengan mencatatkan pergerakan yang cenderung stagnan namun mampu bertahan di zona hijau berkat kenaikan tipis.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasi

Pada sektor komoditas energi fosil, harga batu bara mengalami penurunan yang cukup signifikan. Berdasarkan data dari laman resmi Barchart, kontrak berjangka batu bara ICE Newcastle untuk periode pengiriman Agustus 2026 terkoreksi sebesar 2,14 persen. Pelemahan tersebut membawa harga komoditas energi ini turun ke posisi USD 132,50 per ton. Tren negatif serupa juga terjadi pada pasar logam industri, khususnya nikel. Data penutupan perdagangan dari London Metal Exchange (LME) menunjukkan harga nikel melemah sebesar 0,96 persen sehingga berada pada level USD 17.213 per ton.

Berbeda dengan batu bara dan nikel yang tertekan, harga timah justru bergerak berlawanan arah pada periode perdagangan yang sama. Laporan dari situs Tradingeconomics mencatat bahwa harga logam timah mengalami penguatan terbatas sebesar 0,85 persen. Kenaikan tipis ini berhasil menopang posisi komoditas tersebut hingga berakhir di level USD 53.781 per ton saat sesi perdagangan ditutup.

Baca Juga

DBS Intip Peluang Investasi dari Lonjakan Belanja Modal AI dan Energi

DBS Intip Peluang Investasi dari Lonjakan Belanja Modal AI dan Energi

Sementara itu, dinamika yang kompleks menyelimuti perdagangan minyak kelapa sawit mentah. Harga CPO berjangka Malaysia harus rela tergelincir ke bawah level MYR 4.700 per ton, sekaligus mematahkan reli kenaikan yang sebelumnya berhasil membawa harga ke titik tertinggi sejak awal April. Data Tradingeconomics memperlihatkan bahwa harga CPO ditutup anjlok sebesar 1,04 persen menuju level MYR 4.673 per ton pada akhir perdagangan Senin (27/7).

Pelemahan harga minyak sawit tersebut didorong oleh serangkaian sentimen negatif yang menekan pasar secara bersamaan. Para pelaku pasar dilaporkan melakukan aksi ambil untung setelah harga sempat menyentuh rekor tertinggi terbaru. Selain itu, penguatan nilai tukar ringgit Malaysia serta penurunan harga komoditas minyak nabati pesaing di bursa Dalian, China, dan bursa Chicago, Amerika Serikat, semakin memperberat laju CPO. Faktor eksternal lain berupa kemerosotan tajam harga minyak mentah dunia juga turut memberi tekanan. Penurunan harga minyak mentah ini dipicu oleh munculnya harapan akan tercapainya solusi diplomatik di kawasan Timur Tengah, yang diperkirakan dapat memperlancar kembali jalur pengiriman logistik melalui Selat Hormuz.

Baca Juga

Bursa Saham Asia-Pasifik Menguat Jelang Pengumuman Suku Bunga The Fed

Bursa Saham Asia-Pasifik Menguat Jelang Pengumuman Suku Bunga The Fed

Kendati mengalami koreksi harian, kejatuhan harga CPO lebih dalam berhasil tertahan oleh fondasi permintaan ekspor yang masih menunjukkan performa positif. Lembaga survei kargo Intertek Testing Services (ITS) mengestimasi adanya lonjakan volume ekspor minyak sawit sebesar 15,9 persen pada periode 1 hingga 25 Juli dibandingkan dengan periode yang sama pada bulan Juni. Prospek permintaan global juga tetap terjaga, terutama dari India sebagai negara pembeli minyak nabati terbesar di dunia. Impor komoditas tersebut oleh India diproyeksikan meningkat pada rentang waktu Juli hingga Oktober seiring makin ketatnya pasokan menjelang musim festival di negara tersebut.

Dari sisi kebijakan domestik dan faktor alam, terdapat beberapa elemen penopang yang diperkirakan akan memengaruhi pergerakan pasar minyak sawit ke depan. Implementasi peningkatan mandatori campuran biodiesel yang diterapkan di Indonesia dan Malaysia diproyeksikan mampu mendorong konsumsi minyak sawit. Di samping itu, risiko cuaca ekstrem menjadi perhatian tersendiri setelah otoritas di Kuala Lumpur mengeluarkan peringatan mengenai perkiraan suhu yang berpotensi mencapai rekor tertinggi. Kondisi panas ekstrem tersebut dinilai berisiko menekan tingkat produksi minyak sawit pada tahun depan.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

batu barakomoditasNikelTimahMinyak Kelapa SawitCPO

Berita Terbaru Lainnya

Al-Hilal Siapkan Rp1,4 Triliun untuk Luis D铆az, Bayern Muenchen Menolak KerasMahasiswa Fasilkom UI Kembangkan Tofly, Platform Persiapan TOEFL ITP Berbasis AIPhiladelphia 76ers Resmi Rekrut Kentavious Caldwell-Pope dengan Kontrak Satu MusimJadwal Samsat Keliling Jadetabek 29 Juli 2026 dan Info Pajak KendaraanJadwal Perempat Final VNL 2026 Putra 29 Juli, Slovenia vs Turki dan Jepang vs CinaJadwal MLS All Stars vs Liga MX All Stars 2026 dan Alasan Absennya Lionel MessiDBS Intip Peluang Investasi dari Lonjakan Belanja Modal AI dan EnergiBursa Saham Asia-Pasifik Menguat Jelang Pengumuman Suku Bunga The Fed

Paling Banyak Dibaca

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

Olahraga

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

Teknologi

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

25 Jul 2026

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

Politik

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  2. 2Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
  3. 3Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBAOlahraga 路 25 Jul 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  5. 5Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid CloudTeknologi 路 25 Jul 2026
Keuangan
Sains
Edukasi
Manajemen
Religi
Berita Nasional
Berita Daerah
Berita Budaya
Hukum & Kriminal
Berita
Ketenagakerjaan
Pertanian
Ekonomi dan Bisnis
Ekonomi & Bisnis

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap