PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga sejumlah produk bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, meliputi Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite. Kebijakan penyesuaian tarif tersebut mulai berlaku efektif per 1 September 2026 pukul 00.00 WIB.
Kenaikan harga kali ini hanya menyasar bahan bakar nonsubsidi beroktan tinggi dan varian diesel nonsubsidi. Sementara itu, BBM nonsubsidi lainnya seperti Pertamax dan Pertamax Green 95, serta seluruh jenis BBM bersubsidi, dipastikan tidak mengalami perubahan harga.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa langkah penyesuaian ini mengacu pada formula perhitungan yang telah ditetapkan pemerintah. Formulasi tersebut memperhitungkan pergerakan harga minyak mentah dunia, fluktuasi nilai tukar rupiah, hingga komponen pajak yang berlaku, dengan tetap mempertimbangkan faktor keekonomian, daya beli, serta kondisi sosial masyarakat.
Generasi Muda Indonesia Tampil Memukau dalam Perayaan HUT 81 RI di KBRI Ottawa

Rincian Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi
Kenaikan tertinggi tercatat pada lini Dex Series, disusul penyesuaian pada varian bensin beroktan 98. Berikut adalah perbandingan tarif lama dan tarif baru yang berlaku mulai awal September 2026:
- Pertamax Turbo (RON 98): Naik Rp 1.300 (7,1%) dari sebelumnya Rp 18.300 per liter menjadi Rp 19.600 per liter.
- Dexlite: Naik Rp 4.000 (20,3%) dari sebelumnya Rp 19.700 per liter menjadi Rp 23.700 per liter.
- Pertamina Dex: Naik Rp 4.050 (19,1%) dari sebelumnya Rp 21.150 per liter menjadi Rp 25.200 per liter.
Daftar BBM yang Harganya Tetap
Di tengah kenaikan pada Dex Series dan Pertamax Turbo, masyarakat pengguna BBM jenis lain tidak terdampak penyesuaian tarif. Pertamax tetap dipatok di harga Rp 15.950 per liter, dan Pertamax Green 95 bertahan di angka Rp 16.600 per liter.
Dubes Yaman Bertemu Megawati, Bicara Ikatan Bangsa yang Terjalin Berabad-abad

Untuk kategori BBM bersubsidi dan penugasan khusus, pemerintah dan Pertamina mempertahankan tarif yang sama. Harga Pertalite tetap berada di level Rp 10.000 per liter, sedangkan Bio Solar stabil di harga Rp 6.800 per liter.






