Penyelenggaraan acara Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Desa Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, memicu kehebohan di tengah masyarakat. Perhatian publik tersedot setelah parade yang digelar pada Kamis (10/9) tersebut menampilkan pertunjukan bernuansa satanis serta beredarnya kabar duka mengenai seorang peserta yang meninggal dunia.
Dalam pawai tersebut, sejumlah peserta tampil mengenakan kostum bernuansa iblis dan memamerkan beragam simbol satanis. Pertunjukan semakin menuai sorotan ketika aksi di panggung menampilkan ritual simbolis dengan memasukkan kambing hidup ke dalam peti, lalu memotong hewan tersebut hingga kepalanya putus.
Kasi Humas Polres Pekalongan Kota, Iptu Purno Utomo, menyampaikan bahwa kepolisian berencana memanggil pihak penyelenggara karnaval untuk dimintai keterangan lebih lanjut mengenai muatan aksi teatrikal tersebut.
Kronologi Peserta Meninggal Dunia
Selain polemik penampilan di panggung, kabar mengenai meninggalnya salah satu peserta karnaval bernama Ahmad Faiz bin H. Masykur (40), warga Kelurahan Simbang Kulon, sempat menimbulkan berbagai spekulasi. Polisi meluruskan bahwa korban tidak meninggal mendadak di tengah perhelatan karnaval.
Imbas Keterbatasan BBM, ASN Pemkot Makassar WFH 14-15 September

Berdasarkan keterangan kepolisian, Faiz sempat berkunjung ke kediaman pamannya di Gang 1B, Kelurahan Simbang Kulon, seusai acara sekitar pukul 00.00 WIB. Sekitar pukul 02.30 WIB, Faiz pamit pulang ke rumahnya untuk beristirahat karena merasa lelah.
Sekitar pukul 04.00 WIB, sang istri mendapati Faiz mengalami sesak dan bernapas tersengal-sengal. Pihak keluarga segera berupaya membawanya ke RSI Pekajangan, namun Faiz dinyatakan telah meninggal dunia sebelum sempat tiba di rumah sakit. Dugaan awal penyebab kematian adalah kondisi fisik yang mengalami kelelahan. Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut dan menolak dilakukannya autopsi.
Klarifikasi Keributan di Luar Rute Pawai
Di samping itu, beredar pula rekaman insiden yang dinarasikan sebagai pengeroyokan selama parade. Penanggung Jawab Kontingen RT 11/RW 04 Desa Simbang Kulon, Saiful Mubarok, membantah narasi pengeroyokan tersebut.
Cari 8 Orang Hilang di Anak Krakatau, Tim SAR Temukan Terpal hingga Galon

Saiful menjelaskan peristiwa itu terjadi di luar rute utama karnaval, tepatnya di pertigaan Kertijayan. Kericuhan bermula saat seorang oknum penonton luar desa mencoba merebut properti obor yang dibawa peserta pawai. Ketika peserta berupaya mempertahankan barang tersebut, oknum tersebut melakukan pemukulan terlebih dahulu. Tidak ada korban luka berat dalam peristiwa itu dan persoalan sempat diselesaikan secara kekeluargaan.
Kapolsek Buaran AKP Sunarto menyatakan pihaknya tetap melakukan penyelidikan terkait insiden pemukulan tersebut dan berencana memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan.






