Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru memaparkan perkembangan terkini penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam rapat terbatas yang berlangsung di Palembang, Senin (24/8). Dalam pertemuan tersebut, dipastikan bahwa penanganan di lapangan terus diperkuat melalui koordinasi lintas sektoral dan penambahan sarana pemadaman.
Herman Deru menyampaikan bahwa akumulasi total luas areal terdampak karhutla di wilayah Sumatera Selatan mencapai sekitar 1.900 hektare. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa kondisi kebakaran saat ini sudah jauh menurun berkat kerja keras berbagai unsur di lapangan. Jumlah titik panas atau hotspot kini tersisa dalam hitungan ratusan, dengan catatan tidak semua hotspot merupakan titik api (fire spot).
Tantangan Lahan Gambut dan Karakteristik Wilayah
Penanganan karhutla di Sumatera Selatan menghadapi tantangan bentang alam yang luas. Wilayah ini memiliki sekitar 1,27 juta hektare lahan gambut, dengan konsentrasi terbesar berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir seluas kurang lebih 600 ribu hektare dan Kabupaten Musi Banyuasin sekitar 600 ribu hektare. Sisanya tersebar di enam kabupaten dan kota lainnya.
Mengenai sisa asap yang masih terasa di Palembang, kondisi tersebut dipengaruhi oleh posisi geografis Palembang yang berada di wilayah cekungan sehingga pergerakan asap menjadi lambat.
Mobil Tertemper KRL di Karet Jakpus, KAI Pastikan Tak Ada Korban, Kronologi dan Langkah Aman Melintas

Di sisi pencegahan dan tata kelola, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan secara konsisten menerapkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2026 tentang larangan pembakaran lahan. Pemerintah daerah juga menginstruksikan korporasi untuk bertanggung jawab penuh menjaga area ring satu dari kebun serta konsesi masing-masing, dengan ancaman sanksi tegas hingga pencabutan izin bagi yang melanggar.
Infrastruktur air seperti kanal gambut difungsikan ganda untuk menjaga kelembapan lahan sekaligus menyuplai air operasi pemadaman udara (water bombing). Namun, kanal-kanal tersebut memerlukan pemeliharaan rutin akibat kendala sedimentasi agar fungsinya tetap optimal.
Tambahan Dukungan Armada dan Logistik dari Pusat
Operasional pemadaman saat ini mengandalkan lima unit armada water bombing dan dua unit armada patroli. Jumlah ini masih di bawah estimasi kebutuhan cuaca panas yang biasanya memerlukan sekitar sembilan unit. Selain itu, dari 12 titik sumur bor yang telah dibangun daerah, masih diperlukan tambahan mesin pompa dan selang pemadam.
Pemerintah Klaim Penanganan Karhutla di 4 Provinsi Sumatra Mulai Terkendali

Menanggapi laporan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyetujui sejumlah bantuan tambahan guna mempercepat pemadaman titik api di Sumsel. Dukungan yang disetujui meliputi:
- Pembangunan 500 titik sumur bor baru.
- Bantuan 500 unit pompa air yang dilengkapi selang pemadam hingga sepanjang satu kilometer.
- Penambahan dua unit helikopter water bombing.
- Pengadaan 100 unit sepeda motor trail modifikasi pembawa alat pemadam api ringan (APAR).
- Bantuan 20 unit ekskavator yang nantinya dapat dialihkan untuk pemanfaatan gabungan kelompok tani (Gapoktan) setelah masa penanganan karhutla berakhir.
Presiden turut mengapresiasi inovasi Babinsa di lapangan yang berhasil memodifikasi bahan singkong menjadi sarana pemadam api berbentuk jelly.
Rapat terbatas penanganan karhutla ini turut dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Maruli Simanjuntak, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, Kapolda Sumsel Irjen Pol. Sandi Nugroho, serta jajaran Forkopimda Sumsel.






