Sebuah insiden kecelakaan lalu lintas melibatkan kendaraan roda empat dan rangkaian kereta rel listrik (KRL) terjadi di perlintasan sebidang JPL 1 Karet, Jakarta Pusat, pada Senin (24/8/2026) malam. KAI Commuter memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, meski perjalanan beberapa rangkaian KRL sempat mengalami keterlambatan operasional.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pengguna jalan raya untuk senantiasa mematuhi aturan keselamatan saat melintasi jalur rel kereta api.
Kronologi Insiden di Perlintasan JPL 1 Karet
Peristiwa tersebut berlangsung sekitar pukul 20.44 WIB di jalur rel yang berada di antara Stasiun Tanah Abang dan Stasiun Karet. Kejadian bermula ketika sebuah mobil menemper rangkaian Commuter Line No. 5744B relasi Manggarai–Angke yang sedang melintas di lokasi.
Prabowo Dorong Inovasi Baru Tangani Kebakaran Hutan, Singgung 'Ubi Bombing

Menurut keterangan Public Relations Manager KAI Commuter, Leza Arlan, insiden tersebut disaksikan langsung oleh petugas keamanan dalam (PKD) Stasiun Karet yang tengah berjaga di area perlintasan. Petugas di lapangan segera menuju titik kejadian guna mensterilkan rel dari kerumunan warga serta mengamankan area agar proses evakuasi dan penanganan teknis berjalan lancar.
Setelah penanganan selesai dilakukan oleh tim terkait, jalur kereta kembali dinyatakan aman dan perjalanan KRL dapat beroperasi normal kembali mulai pukul 21.09 WIB.
Daftar Perjalanan KRL yang Sempat Terdampak Keterlambatan
Akibat penanganan insiden mobil tertemper di JPL 1 Karet, KAI Commuter mencatat sebanyak enam perjalanan KRL, khususnya pada lintas Cikarang, mengalami keterlambatan dengan rentang waktu 9 hingga 25 menit. Rangkaian yang terdampak meliputi:
Memahami Pemulihan Infrastruktur Pasca-Gempa, BNPB Sebut Listrik Sudah Pulih 100 Persen di NTT

- Commuter Line No. 5179B relasi Cikarang–Kampung Bandan
- Commuter Line No. 929B relasi Manggarai–Basoetta
- Commuter Line No. 5744B relasi Angke–Manggarai
- Commuter Line No. 6070B relasi Kampung Bandan–Bekasi
- Commuter Line No. 5170B relasi Angke–Bekasi
- Commuter Line No. 5174B relasi Angke–Bekasi
Langkah Aman Melewati Perlintasan Sebidang Kereta Api
Untuk menghindari risiko kecelakaan serupa, pengendara kendaraan bermotor wajib menerapkan prosedur keselamatan dasar saat mendekati dan melintasi perlintasan sebidang:
- Kurangi kecepatan saat mendekati perlintasan dan perhatikan rambu peringatan yang terpasang di sekitar area rel.
- Berhenti sejenak sebelum garis batas atau palang pintu untuk memastikan kondisi lintasan benar-benar aman dari kedua arah.
- Dahulukan selalu perjalanan kereta api yang hendak melintas, sesuai ketentuan dan imbauan resmi PT KAI.
- Jangan menerobos palang pintu perlintasan yang sudah mulai menutup atau sirine peringatan yang telah berbunyi.
- Pastikan ruang di depan kendaraan cukup lapang sebelum melintas, agar kendaraan tidak tertahan atau berhenti di tengah rel saat terjadi kepadatan lalu lintas.
Tindakan Penumpang Saat Terjadi Keterlambatan Akibat Gangguan Jalur
Bagi pengguna jasa Commuter Line yang perjalanannya terimbas oleh insiden di lintas rel, langkah-langkah berikut dapat dilakukan untuk menyesuaikan perjalanan:
- Pantau informasi terkini dari petugas di stasiun maupun kanal informasi resmi KAI Commuter terkait estimasi waktu keterlambatan.
- Tetap menunggu di area peron dengan tertib tanpa mendekati bibir peron saat petugas melakukan pengaturan lalu lintas kereta.
- Pertimbangkan opsi moda transportasi alternatif apabila rangkaian KRL yang dituju mengalami antrean perjalanan yang cukup panjang.






